• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    ‎Hari ke-13 Operasi Ketupat 2026: Kamtibmas Kondusif, Arus Balik Mulai Meningkat Signifikan

    25/03/26, 15:53 WIB Last Updated 2026-03-25T08:53:49Z


    ‎Foto: Juru Bicara Satgas Humas, Jansen Avitus Panjaitan, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan harian, total gangguan kamtibmas tercatat sebanyak 1.387 kejadian (Dok-Istimewa)



    ‎JAGUARNEWS77.com // Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Satuan Tugas Humas Operasi Ketupat 2026 merilis pembaruan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada hari ke-13 pelaksanaan operasi.

    Secara umum, kondisi nasional terpantau aman dan kondusif, meski sejumlah indikator menunjukkan peningkatan aktivitas masyarakat, khususnya pada arus balik Lebaran.

    Juru Bicara Satgas Humas, Jansen Avitus Panjaitan, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan harian, total gangguan kamtibmas tercatat sebanyak 1.387 kejadian.

    Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan kasus kejahatan yang mencapai 1.288 kasus, disusul 18 pelanggaran, 8 kejadian bencana, serta 73 gangguan lainnya.

    ‎“Secara umum situasi kamtibmas dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 hingga hari ke-13 terpantau kondusif dan tidak terdapat kejadian menonjol. 

    Kami terus mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam momentum arus mudik dan balik Lebaran,” ujar Jansen dalam keterangannya.


    ‎Di sektor lalu lintas, angka kecelakaan masih menjadi perhatian. 

    Tercatat 226 kejadian kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 12 orang, 73 orang mengalami luka berat, dan 440 orang luka ringan. 

    Selain itu, kerugian materiil akibat kecelakaan mencapai Rp226.150.000.


    Data ini menunjukkan bahwa meskipun situasi relatif terkendali, risiko keselamatan di jalan raya masih cukup tinggi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.

    ‎Dalam upaya penegakan hukum, Polri mencatat 10 pelanggaran melalui sistem tilang elektronik (ETLE) serta memberikan 27 teguran kepada pengguna jalan.

    Pendekatan ini menitikberatkan pada langkah preventif dan edukatif guna meningkatkan kesadaran berlalu lintas selama periode Lebaran.

    Dari sisi pergerakan kendaraan, volume arus keluar dari Jakarta melalui empat gerbang tol utama tercatat mencapai 135.724 kendaraan.

    Angka ini meningkat 2,77 persen dibandingkan kondisi normal, namun mengalami penurunan sebesar 11,98 persen jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun sebelumnya.

    Hal ini mengindikasikan adanya distribusi arus mudik yang lebih merata atau perubahan pola perjalanan masyarakat.

    ‎Sebaliknya, arus kendaraan yang masuk ke Jakarta menunjukkan lonjakan signifikan.

    Sebanyak 256.338 kendaraan tercatat memasuki ibu kota, meningkat 99,02 persen dibandingkan kondisi normal dan naik 14,87 persen dibandingkan tahun lalu. Lonjakan ini menjadi indikator kuat dimulainya arus balik Lebaran.

    ‎“Arus balik sudah mulai terlihat meningkat signifikan. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dengan baik, memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA), serta memperhatikan kondisi fisik dan kendaraan sebelum melakukan perjalanan,” jelas Jansen.

    ‎Mobilitas masyarakat pada sektor transportasi umum juga masih tergolong tinggi. Pada moda penyeberangan, tercatat 1.438 trip kapal dengan total 496.130 penumpang.

    Sementara itu, sektor perkeretaapian melayani 2.707 perjalanan dengan jumlah 1.475.203 penumpang, dan transportasi udara mencatat 2.473 penerbangan dengan total 311.047 penumpang.

    Tingginya angka ini mencerminkan masih berlangsungnya pergerakan besar masyarakat pasca-perayaan Lebaran.

    ‎Polri mengingatkan masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan, terutama saat menuju destinasi wisata maupun pusat keramaian yang berpotensi mengalami lonjakan pengunjung.

    Pengguna jalan diminta tidak memaksakan diri berkendara saat lelah, memanfaatkan rest area secara bijak, serta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan.

    ‎Sebagai bentuk pelayanan publik, Polri juga mengoperasikan layanan darurat melalui call center 110 yang aktif selama 24 jam. 

    Layanan ini ditujukan untuk memberikan respons cepat terhadap berbagai kebutuhan dan laporan masyarakat di lapangan.


    ‎Dengan sinergi antara aparat dan pemangku kepentingan terkait, Polri menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan serta kelancaran arus mudik dan balik.

    Upaya ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat selama momentum Lebaran.

    ‎“Mudik aman, keluarga bahagia,” tutup Jansen.


    ‎Reporter: Muhamad Alviyan


    ‎Editor: Muhamad Alviyan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini