• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    ‎Dirut Jasa Marga: Arus Balik Lebaran 2026 Terkendali Meski Volume Kendaraan Tinggi, Diskon Tol Jadi Kunci Pemerataan

    25/03/26, 19:54 WIB Last Updated 2026-03-25T12:55:18Z

    Foto: Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, menegaskan bahwa pengendalian lalu lintas selama arus balik Lebaran 2026 berjalan efektif meskipun volume kendaraan tercatat sangat tinggi (Dok-Istimewa)


    ‎
    ‎JAGUARNEWS77.com // Bekasi – Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, menegaskan bahwa pengendalian lalu lintas selama arus balik Lebaran 2026 berjalan efektif meskipun volume kendaraan tercatat sangat tinggi.
    ‎
    Hal tersebut disampaikannya usai peninjauan di Jasa Marga Toll Road Command Center, Rabu (25/3/2026).
    ‎
    Dalam keterangannya, Rivan menjelaskan bahwa sejak awal pihaknya telah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap potensi lonjakan kendaraan, baik pada fase arus mudik maupun arus balik.
    ‎
    Pada periode mudik, volume kendaraan bahkan sempat menyentuh angka tertinggi sepanjang sejarah, yakni mendekati 270 ribu kendaraan per hari.
    ‎
    “Lonjakan tersebut sudah kami antisipasi dengan berbagai strategi pengendalian lalu lintas, sehingga meskipun volumenya sangat tinggi, arus tetap dapat dikelola dengan baik,” ujarnya.
    ‎
    Arus Balik Tinggi, Namun Tetap Terkendali
    ‎
    Memasuki fase arus balik, Jasa Marga mencatat bahwa volume kendaraan masih berada pada level tinggi.
    ‎
    Namun demikian, kondisi lalu lintas dinilai tetap terkendali berkat koordinasi erat antara operator jalan tol, kepolisian, serta pemangku kepentingan lainnya.
    ‎
    Rivan menekankan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way) dan contraflow dilakukan secara terukur dan berbasis data lapangan, sehingga mampu mengurai kepadatan di titik-titik krusial.
    ‎
    “Pengendalian lalu lintas yang dilakukan secara terkoordinasi mampu memberikan kenyamanan kepada masyarakat untuk kembali ke kota masing-masing dengan baik,” kata Rivan.
    ‎
    Ia menambahkan, puncak arus balik yang terjadi masih berada dalam skenario pengendalian yang telah disiapkan sebelumnya, sehingga tidak menimbulkan gangguan berarti terhadap kelancaran perjalanan.
    ‎
    Antisipasi Kepadatan Akhir Periode
    ‎Meski kondisi relatif terkendali, Jasa Marga tetap mengantisipasi potensi penumpukan kendaraan pada periode akhir arus balik, khususnya pada 28 dan 29 Maret 2026.
    ‎
    Untuk itu, masyarakat diimbau agar tidak melakukan perjalanan secara bersamaan pada tanggal tersebut.
    ‎
    Sebagai langkah mitigasi, Jasa Marga bersama pemerintah memberikan insentif berupa diskon tarif tol yang berlaku pada 26 dan 27 Maret 2026.
    ‎
    Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong distribusi kendaraan lebih merata.
    ‎
    “Dengan memanfaatkan diskon tarif tol, masyarakat dapat memilih waktu perjalanan yang lebih fleksibel, sehingga kepadatan di puncak arus balik dapat dikurangi,” jelasnya.
    ‎
    Peran Informasi dan Media
    ‎Rivan juga menyoroti pentingnya penyampaian informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses oleh masyarakat.
    ‎
    Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi faktor krusial dalam membantu pengguna jalan mengambil keputusan perjalanan yang lebih tepat.
    ‎
    Ia mengapresiasi peran media dalam menyebarkan informasi terkini terkait kondisi lalu lintas, rekayasa jalan, hingga kebijakan yang diterapkan selama periode Lebaran.
    ‎
    “Informasi yang tepat waktu sangat membantu masyarakat dalam merencanakan perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien,” ungkapnya.
    ‎
    Sinergi Jadi Kunci
    ‎Keberhasilan pengelolaan arus mudik dan balik tahun ini, lanjut Rivan, tidak terlepas dari sinergi lintas sektor yang solid.
    ‎
    Kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, operator jalan tol, serta berbagai pihak terkait menjadi fondasi utama dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.
    ‎
    Dengan berbagai langkah antisipatif yang telah dijalankan, Jasa Marga optimistis sisa arus balik Lebaran 2026 dapat terus terurai dengan baik tanpa menimbulkan kepadatan ekstrem.
    ‎
    Upaya ini sekaligus mencerminkan komitmen bersama dalam menghadirkan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat, di tengah tingginya mobilitas pada momen tahunan seperti Lebaran.
    ‎
    ‎
    ‎Reporter: Muhamad Alviyan
    ‎
    ‎
    ‎Editor: Muhamad Alviyan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini