• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    Sepuluh Kepala Daerah Siap Presentasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026

    05/01/26, 14:36 WIB Last Updated 2026-01-05T07:36:08Z


    ‎Foto: Hamartoni Ahadis, Bupati Lampung Utara, Lampung. (Dok-Istimewa)


    ‎JAGUARNEWS77.com // Jakarta – Sebanyak 10 kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia dipastikan mengikuti tahap presentasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 yang digelar pada 8–9 Januari 2026 di Jakarta.

    ‎Tahapan ini menjadi penentu sebelum penyerahan Trofi Abyakta pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten, 9 Februari 2026.

    ‎Para peserta berasal dari daerah yang merepresentasikan keberagaman Indonesia, mulai dari Labuhan batu, Sumatera Utara, hingga Manokwari, Papua Barat.

    ‎Presentasi dilakukan untuk menguji kedalaman pemahaman serta implementasi nyata program pemajuan kebudayaan daerah, sesuai tema dan proposal yang telah diajukan masing-masing kepala daerah.

    ‎Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menjelaskan bahwa kesepuluh kepala daerah tersebut lolos seleksi ketat Dewan Juri setelah melalui penilaian komprehensif terhadap proposal dan dokumen pendukung.

    ‎“Berkas penilaian meliputi proposal utama, video kegiatan, dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), peraturan daerah, tautan pemberitaan media, hingga dokumentasi foto.

    ‎Totalnya bisa mencapai puluhan bahkan ratusan halaman,” ujar Yusuf, yang telah menangani Anugerah Kebudayaan PWI Pusat sejak HPN 2016 di Lombok.

    ‎Ia menegaskan, presentasi langsung di hadapan Dewan Juri di kantor PWI Pusat menjadi instrumen penting untuk memastikan keabsahan, kesinambungan, serta dampak nyata program kebudayaan yang dijalankan di daerah masing-masing.

    ‎Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI 2026
    ‎Dewan Juri Anugerah Kebudayaan (AK) PWI–HPN 2026 berjumlah lima orang, terdiri dari unsur seniman, budayawan, akademisi, dan pimpinan pers nasional, yakni:

    ‎Dr. Nungki Kusumastuti (Dosen IKJ, penari, artis film)

    ‎Agus Dermawan T. (Pengamat dan penulis seni budaya, penerima Anugerah Kebudayaan RI)

    ‎Sudjiwo Tejo (Seniman, budayawan, anggota Tim Pakar PWI Pusat)

    ‎Akhmad Munir (Direktur Utama LKBN Antara, Ketua Umum PWI Pusat 2025–2030)

    ‎Yusuf Susilo Hartono (Wartawan senior, pelukis, penyair)

    ‎Daftar Kepala Daerah Peserta Presentasi
    ‎Kesepuluh kepala daerah yang mengikuti presentasi terdiri atas tiga wali kota dan tujuh bupati, yaitu:

    ‎Wali Kota Malang, Jawa Timur – Wahyu Hidayat

    ‎Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur – Andi Harun

    ‎Wali Kota Mataram, NTB – Mohan Roliskana

    ‎Bupati Lampung Utara, Lampung – Hamartoni Ahadis

    ‎Bupati Temanggung, Jawa Tengah – Agus Setiawan

    ‎Bupati Manggarai, NTT – Heribertus Geradus Laju Nabit

    ‎Bupati Blora, Jawa Tengah – Arief Rohman

    ‎Bupati Labuhan batu, Sumatera Utara – Maya Hasmita

    ‎Bupati Manokwari, Papua Barat – Hermus Indou

    ‎Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat – John Kenedy Azis

    ‎Tema Inklusif dan Berkelanjutan
    ‎Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 mengusung tema “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan Berbasis Media dan Pers.”

    ‎Dari tiga subtema yang ditawarkan, mayoritas peserta memilih fokus pada penguatan keragaman ekspresi budaya dan interaksi budaya yang inklusif.

    ‎Penilaian Dewan Juri mengacu pada keterkaitan program dengan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, mencakup aspek inovasi, keberlanjutan, serta dampak program bagi masyarakat lokal, nasional, hingga global.

    ‎Kategori Baru: Wartawan dan Komunitas
    ‎Memasuki tahun ke-10 penyelenggaraan, Anugerah Kebudayaan PWI Pusat menambahkan kategori baru bertajuk “Wartawan dan Komunitas”.

    ‎Kategori ini diberikan kepada insan pers dan komunitas budaya yang konsisten berkarya minimal 10 tahun dan memiliki dampak luas.

    ‎Dewan Juri menetapkan tiga penerima penghargaan kategori ini, yaitu:

    ‎Rahmi Hidayati (Tangerang Selatan), mantan wartawan Bisnis Indonesia dan Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia, penggerak pengakuan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

    ‎Seno Joko Suyono (Jakarta/Bekasi), mantan wartawan Tempo, penggagas Borobudur Writers and Cultural Festival.

    ‎Henri Nurcahyo (Surabaya), penggerak komunitas Panji hingga tingkat Asia dan internasional, turut memperjuangkan Panji sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

    ‎Ketiga penerima penghargaan tersebut juga akan menerima Trofi Abyakta pada puncak peringatan HPN 2026 di Banten.

    ‎Reporter: Muhamad Alviyan

    ‎Editor: Muhamad Alviyan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini