Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno (kanan) dan Walikota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin (kiri). (Dok-Istimewa)
JAGUARNEWS77.com // JAKARTA TIMUR — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) secara resmi meluncurkan Program Gigi Anak Sehat (GAS) di Satuan PAUD Sejenis (SPS) Negeri Bale Bermain Rubah, Kelurahan Baru, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (19/1/2026).
Peluncuran yang dipusatkan di Jakarta Timur tersebut dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, didampingi Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin, sebagai penanda komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat layanan kesehatan anak sejak usia dini.
Wali Kota Munjirin menegaskan, Program GAS sejalan dengan prioritas pembangunan Jakarta Timur, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan kesehatan promotif dan preventif di lingkungan pendidikan anak usia dini.
“Jumlah anak usia dini di Jakarta Timur cukup besar. Karena itu, menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini menjadi kebutuhan mendesak.
Program GAS merupakan langkah strategis untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujar Munjirin.
Ia menyatakan, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur siap mengawal implementasi Program GAS agar berjalan berkelanjutan di seluruh PAUD dan sekolah dasar.
Program ini akan melibatkan puskesmas, tenaga kesehatan, pendidik, serta peran aktif orang tua.
“Kami mendorong seluruh jajaran, dari tingkat kecamatan hingga kelurahan, untuk mendukung program ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menekankan bahwa Program GAS merupakan bagian dari kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam memperluas layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak sekolah, termasuk pemeriksaan dan edukasi kesehatan gigi dan mulut.
“Masalah kesehatan gigi anak yang tidak ditangani sejak dini berpotensi menimbulkan beban kesehatan di masa depan. Karena itu, Program GAS adalah investasi kesehatan jangka panjang,” kata Rano.
Program GAS dirancang dengan pendekatan promotif dan preventif berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, tenaga kesehatan, pendidik, dan keluarga.
Selain pemeriksaan gigi, anak-anak juga dibekali edukasi kebiasaan hidup bersih dan sehat, termasuk cara menyikat gigi yang benar dan rutin.
Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Lisa Rinanda Amir, mengapresiasi sinergi antara FKG UI dan Pemprov DKI Jakarta, khususnya dukungan Pemerintah Kota Jakarta Timur dalam pelaksanaan Program GAS.
“Program ini diharapkan mampu menurunkan angka penyakit gigi dan mulut di DKI Jakarta serta menjadi kontribusi nyata dalam menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Muhamad Alviyan