JAGUARNEWS77.com // Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengawali pidato kenegaraan dengan menyinggung suasana politik belakangan ini menghangat atau menyerap perhatian banyak pihak. Perihal ini, menyangkut aktivitas partai politik (parpol) mencari sosok penggantinya lewat Pemilu 2024.

Dengan seloroh lucu penuh keakraban gaya khas Presiden Jokowi, rumor soal lurah disematkan padanya terkait dinamika politik Pemilihan Presiden (Pilpres) ditanggapi. Presiden nampak menyadari kode lurah bermakna negatif, seolah dirinya penentu sosok pantas menjadi Presiden ke depan.

"Sedang tren di kalangan politisi dan parpol, setiap ditanya soal siapa capres-cawapres-nya, jawabannya belum ada arahan pak lurah. Saya sempat mikir, siapa pak lurah ini. Sedikit-sedikit kok pak lurah," ucap Presiden, seketika disambut gelak tawa para hadirin sidang tahunan di Gedung Kura-kura kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2023).

"Belakangan saya tahu yang dimaksud pak lurah itu ternyata saya, ya saya jawab saja, saya bukan lurah. Saya Presiden Republik Indonesia, ternyata Pak lurah itu, kode."

Demikian dimaksud Presiden, bahwa dirinya bukan ketua umum parpol, bukan juga ketua koalisi partai. Sesuai ketentuan undang-undang, kata Presiden, yang menentukan capres dan cawapres adalah parpol dan koalisi.

"Jadi saya mau bilang itu bukan wewenang saya, bukan wewenang pak lurah. Saya paham sudah nasib seorang Presiden dijadikan paten-patenan, dijadikan alibi, dijadikan tameng," ucapnya.

Bahkan, Presiden mengamati, walau kampanye belum mulai fotonya banyak dipasang di berbagai kota hingga terpajang di jalan desa. "Tapi, bukan foto saya sendirian. Ada yang di sebelahnya bareng capres," ujarnya. (Sumber : rri.co.id/Red)