• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Tawaran KPK Setop Perkara Dirasa Sulit bagi Gubernur Papua

    22/09/22, 14:14 WIB Last Updated 2022-09-22T07:14:38Z

    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - KPK memberikan tawaran menarik kepada Gubernur Papua Lukas Enembe yang telah menjadi tersangka demi mendapatkan keterangan dari yang bersangkutan. Namun tawaran KPK itu dirasa sulit bagi Lukas Enembe.


    Tawaran menarik itu disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat jumpa pers, Senin (19/9/2022). Alex menawarkan penghentian kasus asalkan Lukas bisa membuktikan dari mana sumber uang ratusan miliar rupiah yang ditemukan PPATK dalam transaksinya.


    "KPK, berdasarkan UU yang baru ini, bisa menghentikan penyidikan dan menerbitkan SP3 kalau nanti dalam proses penyidikan Pak Lukas bisa membuktikan dari mana sumber uang yang puluhan, ratusan miliar, tersebut," kata Alexander Marwata.


    Alex pun mencontohkan sumber uang itu seperti dari tambang emas. Dia mengimbau Lukas Enembe untuk memberikan klarifikasi.


    "Misal Pak Lukas punya usaha tambang emas, ya sudah, pasti nanti kami akan hentikan, tapi mohon itu diklarifikasi, penuhi undangan KPK, panggilan KPK untuk diperiksa," imbuhnya.


    Alex mengatakan KPK akan mengirim surat panggilan untuk Lukas. KPK berharap Lukas dan tim pengacaranya kooperatif.


    "Kami akan melakukan pemanggilan kembali. Mohon nanti Pak Lukas dan penasihat hukumnya untuk hadir di KPK. Ataupun kalau misalnya Pak Lukas ingin diperiksa di Jayapura, kami juga mohon kerja samanya agar juga masyarakat ditenangkan. Kami akan melakukan pemeriksaan secara profesional. Kami menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah," katanya.


    Mengenai transaksi Lukas Enembe yang diminta penjelasan oleh KPK itu sebelumnya diungkap Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). PPATK menemukan transaksi setoran tunai kasino judi menyangkut Lukas Enembe.


    "Sejak 2017 sampai hari ini, PPATK sudah menyampaikan hasil analisis, 12 hasil analisis kepada KPK," kata Ketua PPATK Ivan saat jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (19/9).


    Variasi kasusnya adalah adanya setoran tunai atau ada setoran dari pihak lain. Menurut Ivan, angkanya miliaran rupiah sampai ratusan miliar rupiah.


    "Salah satu hasil analisis itu adalah terkait dengan transaksi setoran tunai yang bersangkutan di kasino judi senilai 55 juta dolar, atau Rp 560 miliar itu setoran tunai dalam periode tertentu," ujarnya.


    Tawaran Dirasa Sulit


    Kuasa hukum Lukas Enembe, Aloysius Renwarin, menyebut uang yang digunakan kliennya untuk kasino memakai uang pribadi. Menurutnya, pembuktian terbalik itu sulit dilakukan.


    "Ini (aliran dana) itu pembuktian terbalik itu susah, apalagi ke mana. Ini kan pribadi, jadi pembuktian aliran dana, apalagi itu bukan dari proyek masuk ke sana, itu kan tidak bisa," kata Aloysius saat dihubungi, Rabu (21/9).


    Aloysius juga menilai hal tersebut akan memerlukan proses yang panjang. Selain itu, undang-undang di Indonesia tidak mengatur terkait pembuktian terbalik.


    "Panjang prosesnya. Dan undang-undang kami tidak mengatur pembuktian terbalik. Apalagi ke luar negeri itu," ujarnya.


    Ia mengatakan kliennya mengakui bermain kasino di Singapura. Namun, menurutnya, jumlah yang dibawa tidak bernilai fantastis. Selain itu, ia menyebut uang yang digunakan merupakan uang pribadi Lukas. Aloysius justru heran, KPK mengurus hal privat Lukas Enembe.


    "Tetapi saya heran, KPK lacak masalah privat, dia berlibur di luar, main gitu kan sudah privat," ujarnya.

    Sumber artikel : detiknews, Judul : "Tawaran KPK Setop Perkara Dirasa Sulit bagi Gubernur Papua" 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini