• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    12 Hari Invasi, Rusia Sudah Tembakkan 600 Rudal ke Ukraina

    07/03/22, 10:34 WIB Last Updated 2022-03-07T03:34:46Z
    JAGUARNEWS77.com # Kiev - Militer Rusia dilaporkan telah menembakkan total 600 rudal sejak invasi ke Ukraina dimulai pada 24 Februari lalu. Saat ini, diperkirakan sekitar 95 persen kekuatan tempur Rusia telah berada di dalam wilayah Ukraina.


    Seperti dilansir CNN, Senin (7/3/2022), hal tersebut disampaikan oleh seorang pejabat senior pertahanan Amerika Serikat (AS) yang enggan disebut namanya.


    Menurut pejabat senior AS itu, otoritas AS terus mengamati pertempuran yang berlanjut di Kherson dan Mykolaiv pada Minggu (6/3) waktu setempat. Disebutkan juga oleh pejabat senior AS itu bahwa pasukan Rusia masih berupaya mengepung kota Kiev, Kharkhiv, Chenihiv dan Mariupol.


    Namun kemajuan yang dicapai Rusia itu disambut oleh perlawanan yang kuat dan sengit dari Ukraina, yang berdampak pada melambatnya serangan Rusia.


    Konvoi besar-besaran militer Rusia sepanjang 40 mil atau 64 kilometer di sebelah utara Kiev dilaporkan masih terhenti hingga kini. Tidak ada informasi terbaru soal seberapa jauh jarak konvoi militer Rusia dari ibu kota Kiev. Akhir pekan lalu, jaraknya diperkirakan mencapai 16 mil atau 25 kilometer dari pusat kota Kiev.


    Sementara itu, wilayah udara di atas Kiev masih menjadi perebutan, dengan baik Ukraina maupun Rusia berupaya mempertahankan sebagian besar kekuatan tempur udara masing-masing.


    "Kami meyakini rakyat Ukraina di sebagian besar wilayah negara itu masih memiliki sarana komunikasi, akses ke internet dan media," imbuh pejabat senior AS itu.


    Disebutkan juga oleh pejabat senior AS tersebut bahwa sejauh ini, AS tidak mengamati adanya serangan amfibi di dekat kota pelabuhan Odessa, Ukraina, dan serangan semaca


    Artikel ini telah tayang di detiknews, d3ngan judul : "12 Hari Invasi, Rusia Sudah Tembakkan 600 Rudal ke Ukraina" (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini