• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Tsunami Terjang Jepang setelah Tonga, Ketinggian 1,2 Meter

    16/01/22, 10:12 WIB Last Updated 2022-01-16T03:13:37Z


    JAGUARNEWS77.com # Jepang - Setelah Tongatsunami juga mencapai Jepang pada Sabtu (15/1/2022) malam sampai Minggu (16/1/2022) dini hari waktu setempat.


    Badan Meteorologi Jepang mengatakan, tsunami setinggi 1,2 meter mencapai pulau selatan terpencil Jepang, Amami Oshima, pada Sabtu malam waktu setempat.


    Setelah itu, tsunami yang lebih kecil mencapai daerah lain di sepanjang pantai Pasifik Jepang sebagaimana dilansir AFP.


    Pantai timur Hokkaido serta wilayah barat daya Kochi dan Wakayama juga dilanda tsunami setinggi 0,9 meter.


    Pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan tsunami dan penyiar NHK berseru kepada penduduk untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.


    Diberitakan Kompas.com sebelumnya, letusan gunung berapi bawah laut raksasa di Pasifik telah memicu gelombang tsunami di Tonga.


    Awalnya, muncul peringatan tsunami di beberapa negara akibat letusan gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai, termasuk Tonga dan Selandia Baru pada Sabtu (15/1/2022).


    Di Tonga, gelombang tsunami menyapu wilayah pesisir dan menerjang beberapa rumah sebagaimana dilansir BBC.


    Ibu kota Tonga, Nuku’alofa terletak hanya 65 kilometer di sebelah utara gunung berapi tersebut.


    Letusan gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai terdengar hingga Pasifik Selatan, Selandia Baru, dan Australia.


    Seorang warga Tonga, Mere Taufa, mengatakan bahwa letusan terjadi saat keluarganya sedang mempersiapkan makan malam. Adiknya mengira ada bom meledak di dekatnya.


    "Naluri pertama saya adalah berlindung di bawah meja, saya meraih adik perempuan saya, dan berteriak pada orang tua saya dan orang lain di rumah untuk melakukan hal yang sama," kata dia dikutip Stuff.co.nz.


    Setelah letusan terdengar, Taufa mengatakan, kemudian air mengalir deras ke rumah mereka.


    “Anda hanya bisa mendengar teriakan di mana-mana, orang-orang berteriak untuk keselamatan, agar semua orang bisa naik ke tempat yang lebih tinggi,” tambah Taufa.


    Artikel ini telah tayang di kompas.com (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini