• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Bareskrim Polri Tangkap Bos Pinjol yang Teror Ibu di Wonogiri hingga Bunuh Diri, Ternyata WN China

    24/10/21, 07:50 WIB Last Updated 2021-10-24T02:12:25Z
    bareskrim-polri-tangkap-bos-pinjol-yang-teror-ibu-di-wonogiri-hingga-bunuh-diri-ternyata-wn-china
    ILUSTRASI: Pinjaman online (Pinjol). (Sumber: Shutterstock)


    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengungkap kasus teror yang dilakukan oleh pihak pinjaman online atau pinjol ilegal kepada nasabahnya hingga mengakibatkan seorang korban bunuh diri


    Adalah seorang ibu di Wonogiri, Jawa Tengah yang nekat mengakhiri hidupnya karena tak tahan terus diteror oleh pihak pinjol


    Dalam kasus ini, Bareskrim Polri menangkap pendana Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Solusi Andalan Bersama berinisial JS yang merupakan warga negara asing (WNA) asal China.


    Diketahui, KSP Solusi Andalan Bersama yang didanai pelaku JS menaungi salah satu pinjol ilegal yang meneror ibu di Wonogiri hingga nekat bunuh diri. 


    "Ditangkap saudari JS yang merupakan fasilitator WNA Tiongkok," kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika dikutip dari Tribunnews.com pada Sabtu (23/10/2021).


    Helmy menjelaskan, pelaku JS diduga mengelola sejumlah aplikasi pinjol ilegal yang beroperasi di Indonesia. Dalam menjalankan aksinya, JS merekrut orang untuk menjadi ketua KSP maupun direktur perusahaan fiktif.


    "Pelaku JS merekrut masyarakat untuk menjadi ketua KSP maupun direktur PT yang fiktif yang digunakan sebagai operasional pinjol ilegal", ucap Helmy.


    "Dan juga sebagai pemodal untuk mendirikan perusahaan atau KSP fiktif yang diduga digunakan untuk operasional pinjol ilegal."


    Helmy menuturkan, JS mengelola aplikasi pinjol ilegalbernama Fulus Mujur hingga Pinjaman Nasional. Aplikasi pinjol Fulus Mujur inilah yang diduga meneror seorang ibu di Wonogiri hingga bunuh diri.


    "Dari hasil penyelidikan, ditemukan bahwa korban meninggal gantung diri diakibatkan telah meminjam di 23 aplikasi pinjaman online ilegal," ucap Helmy.


    "Salah satu di antaranya yaitu aplikasi 'FULUS MUJUR' yang dikelola oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Solusi Andalan Bersama."


    Dari tangan JS, kata Helmy, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa handphone, ratusan akta pendirian KSP, ratusan stempel KSP, 2 unit CPU, dan puluhan NPWP Koperasi Simpan Pinjam.


    "Yang kami ungkap, ini nyangkut ke peristiwa yang di Wonogiri, Jawa Tengah. Mungkin rekan-rekan sudah tahu ada ibu yang meninggal gantung diri. Tim kami kemudian berangkat ke sana, kita eksplor, dari 23 pinjol nyangkut ke sini satu," kata Helmy.


    Selain JS, Helmy menambahkan, pihaknya juga turut menangkap Ketua KSP Solusi Andalan Bersama berinisial MDA dan SR. Dari tangan kedua pelaku, pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti.


    "Dari saudara MDA (Ketua KSP Solusi Andalan Bersama), disita akta pendirian KSP Solusi Andalan Bersama, perjanjian kerja sama dengan payment gateway, HP," ujar Helmy.


    "Lalu, uang senilai Rp20,4 miliar pada rekening bank atas nama KSP Solusi Andalan Bersama, uang senilai Rp11 juta pada rekening bank atas nama KSP Solusi Andalan Bersama. Dari SR disita HP."


    Dalam kasus ini, Helmy menjelaskan penyidik Polri menangkap setidaknya 7 orang tersangka yang diduga terlibat pinjol ilegaltersebut.


    Mereka ditangkap setelah penyidik Bareskrim Polri menggerebek 5 wilayah di sekitar Jakarta.


    Adapun tujuh tersangka yang ditangkap memiliki peran berbeda-beda dalam pinjol ilegal tersebut. Namun, mayoritasnya bertugas sebagai operator desk collection.


    Desk collection merupakan operator yang betugas untuk menyebar SMS berisikan ancaman dan penistaan kepada peminjamnya.


    Mereka merupakan pihak ketiga yang dipekerjakan untuk sejumlah perusahaan pinjol. 


    Lebih lanjut, Helmy mengatakan, saat ini Bareskrim Polri sedang memburu satu Warga Negara Asing (WNA) berinisial ZJ yang diduga sebagai penyandang dana dari layanan penyebaran SMS ancaman tersebut.


    "Dari keterangan para tersangka yang sudah diamankan, ada seorang yang diduga sebagai warga negara asing yang sampai saat ini masih DPO dan dalam proses pencarian berinisial ZJ," ujar Helmy.


    "Ini di alamatnya di daerah Tangerang. Sampai saat ini masih dalam pencarian."


    Artikel ini telah tayang di KompasTV dengan judul : Bareskrim Polri Tangkap Bos Pinjol yang Teror Ibu di Wonogiri hingga Bunuh Diri, Ternyata WN China (Red) 


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini