• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    Tok! PBB Resmi 'Turun Gunung' soal Israel-Palestina di Gaza

    28/05/21, 10:51 WIB Last Updated 2021-05-28T03:51:37Z
    People walk by the rubble of the al-Jalaa building following a cease-fire reached after an 11-day war between Gaza's Hamas rulers and Israel, in Gaza City, Friday, May 21, 2021. The building housed The Associated Press bureau in Gaza City for 15 years. (AP Photo/John Minchillo)
    Foto: Wargaberjalan di dekat puing-puing gedung al-Jalaa menyusul gencatan senjata yang dicapai setelah perang 11 hari antara penguasa Hamas Gaza dan Israel, di Kota Gaza, Jumat, 21 Mei 2021. (AP / John Minchillo)


    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setuju "turun gunung" di Gaza, Palestina. PBB akan melakukan investigasi dugaan kejahatan hak asasi manusia (HAM) di pertempuran 11 hari antara Israel dan Hamas di Gaza, Palestina.


    Ini merupakan hasil forum Dewan HAM PBB, Kamis (26/5/2021). Dari jumlah korban, PBB mengatakan serangan Israel di Gaza dan serangan Hamas ke Israel mungkin saja telah melanggar hukum internasional mengenai perang, di mana kedua pihak menargetkan warga sipil.


    "Kami telah memverifikasi 270 kematian di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem, 68 diantaranya anak-anak. Sementara itu roket Hamas ke Israel telah membunuh 10 warga," kata Komisaris Tinggi PBB untuk HAM Michelle Bachelet dikutip Reuters, Jumat (28/5/2021).


    Hal ini mendapatkan respon penolakan dari kubu kedua belah pihak. Hamas, yang mengatur wilayah Jalur Gaza, menyebut tindakan kelompok mereka sebagai perlawanan yang sah.


    "Langkah segera untuk menghukum Israel," kata seorang juru bicara Hamas.


    Kubu Organisasi Islam Internasional (OIC) yang mendukung Palestina juga mengatakan bahwa PBB tidak melihat secara jernih bahwa Israel lah yang melakukan kejahatan. Palestina hanya berjuang untuk lepas dari hukum apartheid yang diberlakukan negara Yahudi.


    "Sayangnya, para pejuang HAM global terus mengaku dirinya terus melindungi penjajah dari akuntabilitas global," kata Duta Besar Pakistan untuk OIC, Khalil Hashmi.


    "Secara harfiah memberikan senjata dan amunisi untuk kejahatan perang yang dilaporkan secara luas dan kejahatan apartheid terhadap rakyat Palestina."


    Di sisi lain, Israel menolak penyelidikan yang diadopsi dari forum itu dan mengatakan tidak akan bekerja sama. Negeri itu malah menuding forum PBB tersebut menutupi genosida yang dilakukan organisasi teroris.


    "Keputusan memalukan hari ini adalah contoh lain dari obsesi anti-Israel Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang terang-terangan," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan.


    Kementerian luar negeri Israel mengatakan pasukannya bertindak sesuai dengan hukum internasional. Mengklaim membela warganya dari tembakan roket Hamas.


    Sekutu utama Israel, Amerika Serikat (AS), mengatakan sangat menyesalkan keputusan di forum tersebut. Kemarin di Jenewa, AS hanya bertindak sebagai pengamat dan tidak ikut bersuara.


    "Tindakan hari ini malah mengancam akan membahayakan kemajuan yang telah dibuat," kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh misi AS untuk PBB di Jenewa.


    Saksikan video di bawah ini:


    58 Ribu WN Palestina Cari Pertolongan




    Sumber : cnbc Indonesia
    (Red) 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini