• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    Kepala BKN Jawab Tantangan Perang Terbuka Direktur KPK

    28/05/21, 11:10 WIB Last Updated 2021-05-28T04:10:28Z
    Kepala BKN Bima Haria menyahut balik atas tantangan perang terbuka yang disampaikan Direktur KPK Sujanarko tentang polemik TWK.
    Kepala BKN Bima Haria Wibisana menjawab tantangan Direktur KPK soal TWK. (Foto: CNN Indonesia/Farid)


    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menjawab tantangan perang terbuka yang disampaikan Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK Sujanarko terkait polemik tes wawasan kebangsaan (TWK).


    Koko, sapaan akrabnya, sebelumnya memprotes Bima soal TWK KPK yang dinilai telah mengabaikan sejumlah prosedur yang benar dalam pelaksanaan asesmen KPK. Menurut Koko, BKN telah mengabaikan tiga dari enam tes dalam asesmen.


    Namun Bima menilai tak ada yang keliru dalam tiga tes asesmen sebagai proses alih status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN). Tiga tes yang dimaksud Koko, katanya, hanya digunakan untuk kenaikan jabatan.


    "Enam komponen itu asesmen tes kompetensi untuk talent pool atau promosi jabatan. Nggak ada hubungannya dengan TWK," kata Bima lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (27/5).


    Bima enggan menjelaskan lebih lanjut terkait pemilihan tiga tes tersebut dalam asesmen. Sebab, menurut dia, tes bukan objek yang bisa dijelaskan berdasarkan Keterbukaan Informasi Publik (KIP).


    "Tidak ada tanggapan. Tes itu bukan objek yang bisa dibuka berdasarkan UU KIP," kata dia.


    Lebih lanjut Bima juga menyentil Koko yang dinilai tak bisa lagi menjadi ASN. Sebab, katanya, Koko telah memasuki usia pensiun.


    "Berdasarkan data Pak Koko juga sudah memasuki batas usia pensiun. Tidak bisa jadi ASN," kata dia.


    Koko sebelumnya menyatakan perang terbuka kepada Bima terkait pelaksanaan asesmen KPK yang berujung penonaktifan 75 pegawai.


    Menurut Koko, BKN hanya menggunakan tiga dari enam komponen tes yang mestinya digunakan dalam asesmen pegawai lembaga antirasuah. Penggunaan tiga komponen itu membuat 75 pegawai tak lulus tes.


    "Ini kayaknya kita harus perang terbuka deh. Dia (Bima Haria) biar nggak ngumpet terus gitu. Ini enggak profesional," kata Koko. 


    Sumber : cnn Indonesia

    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini