• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    "/>

    Kebangetan..! Perumahan Sekelas BSD Di Duga "Caplok" Tanah Warga Tanpa Haq, Satgas Mafia Tanah Harus Turun Tangan

    05/05/21, 21:17 WIB Last Updated 2021-05-06T12:31:49Z
    JAGUARNEWS77.com # Tangerang, Banten - Satgas Mafia Tanah tengah gencar-gencarnya melakukan tugas menegakkan kebenaran atas "permainan" dan "pencaplokan" Tanah yang dilakukan oleh para oknum Mafia tanah yang ada di indonesia, tapi entah mengapa para Mafia tanah seperti "menantang" para Satgas dengan masih terulangnya dan banyak kasus Mafia tanah bermunculan. 

    Salah satu bukti masih tidak kapoknya para Mafia tanah ini dengan boomingnya kasus tanah yang disuarakan para ahli waris "Lim Boen Kie" dimana tanah mereka di duga di "caplok" tanpa haq oleh salah satu perumahan berskala besar yaitu perumahan BSD yang saat ini sedang proses pembangunan perumahan di Jalan BSD Grand Boulevard Cicalengka, Kecamatan Pagedangan, Tangerang, Banten 15850.

    Tanah yang diduga dicaplok tanpa haq oleh pihak BSD dari para ahli waris "Lim Boen Kie" ini jumlahnya hektaran bahkan di atas tanah tersebut ada makam leluhur yang biasa dikunjungi para ahli waris yang kini secara sepihak oleh pihak BSD dipagar tinggi dan tak boleh dimasuki oleh para ahli waris walaupun untuk keperluan bersembahyang sesuai keyakinan mereka di makam tersebut. 

    Pihak ahli waris "Lim Boen Kie" Setelah mengetahui akan hal ini dari beberapa tahun lalu beramai ramai mendatangi pihak BSD bermaksud untuk mempertanyakan permasalahan ini dan kalau memang ada itikad baik dari pihak BSD untuk "duduk bersama" maka pihak ahli waris pun bersedia. 


    Niatan baik para ahli waris ini tidak mendapatkan tanggapan yang baik dari pihak BSD bahkan dengan semena mena pihak BSD menolak dan membuang persoalan ini kepada pihak "legal" Perusahaan mereka tetapi tidak pula memiliki itikad baik untuk menghubungkan para ahli waris dengan pihak "legal" Perusahaan dan hal ini terbukti dengan percakapan "WA" Antara salah satu ahli waris dengan pihak BSD bahkan dalam percakapan "WA" Tersebut dikatakan bahwa tanah tersebut sudah dikuasai kami dan mempersilahkan pihak ahli waris untuk menggugat di pengadilan. 

    "Kami para ahli waris telah aktif berupaya menghubungi pihak BSD untuk bisa duduk bersama menyelesaikan permasalahan ini dengan baik baik tapi yang kami Terima sungguh perlakuan yang tidak semestinya, kami pun telah menelusuri semua ini ke pihak pihak terkait dan patut diduga ada permainan dari pihak pihak terkait dalam urusan tanah ini, kami akan terus melakukan berbagai upaya maksimal untuk mempertahankan apa yang menjadi Haq kami dan kami berharap adanya perhatian khusus dari negara, dari satgas Mafia tanah untuk dapat membantu kami mendapatkan Haq kami, apapun akan kami lakukan demi Haq kami yang dirampas oleh pihak BSD, hukum harus ditegakkan" Ujar salah satu ahli waris. 

    Pada saat tim redaksi media siber jaguarnews77 turun ke lokasi hari ini (5/05/2021) untuk mengkonfirmasi berita ke pihak manajemen BSD dan pihak pihak terkait lainnya juga menemui kesulitan dengan alasan "tak ada di tempat".



    (Red) 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini