• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Tiga Besar Klaster Covid DKI: RS, Komunitas dan Perkantoran

    23/09/20, 14:22 WIB Last Updated 2020-09-23T07:22:18Z
    Total ada 17 klaster penularan Covid-19 di Jakarta. Rumah sakit jadi klaster terbesar disusul komunitas dan perkantoran.
    Rumah sakit, komunitas dan perkantoran jadi tiga klaster besar covid-19 di DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - Satuan Tugas Covid-19 menyebut tiga klaster besar covid-19 di DKI Jakarta terdiri dari rumah sakit, komunitas dan perkantoran. Total ada 17 klaster covid-19 di ibu kota.


    Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan data tersebut merupakan hasil analisis Satgas sejak 4 Juni hingga 12 September.


    Klaster rumah sakit adalah kasus-kasus yang dicatat dari pasien RS atau laboratorium di mana warga memeriksakan diri sendiri.


    Dewi mengatakan jumlah positif covid-19 dari klaster ini berjumlah 24.400 kasus atau 63,46 persen kasus covid-19 di Jakarta.


    "Perlu diketahui klaster rumah sakit dari pasien RS, klinik, tau lab, jadi mereka yang memeriksakan dirinya sendiri atau mereka yang datang ke fasilitas kesehatan. Kalau kita lihat angkanya [klaster RS] minggu lalu masih 50 persen, tapi per 12 September angkanya sudah di 63,46 persen jadi memang meningkat," jelas Dewi dalam dialog Covid Dalam Angka di Youtube BNPB, Rabu (23/9/). 


    Klaster terbanyak kedua adalah klaster komunitas, termasuk di dalamnya klaster keluarga. Klaster komunitas menyumbang 15.133 kasus atau 39,36 persen. Khusus untuk klaster keluarga menyumbang total kasus 7.411 kasus. Sementara sisanya adalah hasil penelusuran kontak tracing pada orang dalam satu komunitas.


    Kemudian klaster perkantoran muncul sebagai klaster ketiga terbanyak. Catatan kasus klaster perkantoran sebanyak 3.194 kasus atau sekitar 8,31 persen. Dewi mengatakan ada kesulitan untuk mencari tahu asal penularan di perkantoran. 


    "Dari data yang kita dapat [penularan] bisa diakibatkan beberapa hal, kita belum bisa membedakan orang yang tertular di jalan, di rumah, atau di kantor, meski temuannya berdasarkan hasil skrining kantor tersebut," jelas Dewi.


    Dewi juga merinci klaster lainnya yang muncul di DKI Jakarta, seperti klaster anak buah kapal/pekerja migran 1.641 kasus (4,27 persen), klaster pegawai RS 665 kasus (1,73 persen), klaster pasar 622 kasus (1,62 persen), klaster pegawai puskesmas 220 kasus (0,57 persen), klaster asrama 118 kasus (0,31 persen).


    Lalu ada klaster kegiatan keagamaan 104 kasus (0,27 persen), klaster rutan 63 kasus (0,16 persen), klaster panti asuhan 36 kasus (0,09 persen), klaster pernikahan 25 kasus  (0,07 persen), klaster sekolah 19kasus (0,05 persen), dan klaster pengungsian 6 kasus (0,02 persen). 


    Dewi juga mencatat ada beberapa klaster yang baru muncul dan perlu diwaspadai. Yakni klaster hiburan malam, klaster hotel, dan klaster pesantren. Klaster hiburan malam mencatat 5 kasus (0,01 persen), klaster pesantren 4 kasus  (0,01 persen), dan klaster hotel 3 kasus (0,01 persen).


    " Ini harus menjadi perhatian bersama, jadi memang muncul tempat-tempat baru yang tidak kita sadari berpotensi penularan," kata Dewi.


    Sumber : cnn indonesia

    Oleh      : Redaksi jaguarnews77.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini