• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Kala Para Menteri Susun Strategi Respons Al-Qur'an Dibakar di Luar Negeri

    03/09/20, 11:38 WIB Last Updated 2020-09-03T04:39:29Z


    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi akan berkoordinasi ke Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi guna merespons persoalan kitab suci Al-Qur'an yang dibakar di Norwegia dan Swedia. Pihak pemerintah Indonesia pun akan menyusun rencana untuk merespons peristiwa itu agar tak menimbulkan gejolak di dalam negeri.


    "Nanti saya akan koordinasi dengan Menlu," kata Fachrul di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2020).


    Peristiwa kitab suci Al-Qur'an yang dibakar dan diludahi dalam demonstrasi anti-Islam terjadi di Norwegia dan Swedia. Peristiwa itu terjadi berdekatan pada Sabtu (29/8) waktu setempat dan sempat menimbulkan kecaman dari masyarakat dan ormas di Indonesia.


    Organisasi muslim NU, MUI, hingga Muhammadiyah pun mengutuk keras tindakan tersebut. Sejumlah politikus PPP hingga PKS juga turut berbicara bahwa kondisi keberagaman di Eropa tidak sebaik yang ada di Indonesia.


    Pemerintah pun, melalui Menteri Agama Fachrul Razi, turut merespons persoalan tersebut. Fachrul mengaku tidak ingin muncul gejolak dari dalam Indonesia.


    "Akan kita tanggapi, tapi dengan hati-hati. Jangan sampai menimbulkan gejolak dalam negeri," tuturnya.


    Sebelum ini, Komisi VIII DPR geram atas kejadian penodaan kitab suci Al-Qur'an saat demonstrasi di Norwegia dan Swedia. Kejadian itu dinyatakan tidak bisa ditoleransi.


    Hal ini disampaikan Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto dalam rapat kerja bersama Menteri Agama Fachrul Razi di ruang rapat Pansus B, MPR/DPR RI, pada Rabu (2/9). Terdengar, nada suara Yandri tampak geram saat menyampaikan hal itu.


    "Kami selaku Komisi VIII ingin menyampaikan, Pak, beberapa hari lalu ada demonstrasi di Norwegia dan Swedia tentang pembakaran kitab suci Al-Qur'an. Tentu Kami mengutuk keras dan itu tidak bisa kita toleransi," kata Yandri.


    Yandri mendesak Fachrul melakukan komunikasi kepada Duta Besar Norwegia dan Swedia agar membuat permohonan maaf terhadap umat Islam di dunia. Dia juga ingin agar situasi toleransi beragama dalam negeri tetap stabil.


    "Oleh karena itu, kita harus menjaga kondisi yang stabil dalam negara kita ini supaya tidak ada efek yang bisa membuat kontraksi sosial menjadi berlebihan. Karena itu kita minta mungkin Pak Menteri bisa komunikasi ke dubes Swedia dan Norwegia. Kalaupun nanti ada respons dari umat Islam di Indonesia saya kira tidak ada salahnya duta besar Norwegia dan Swedia minta maaf ke umat Islam," jelasnya.


    Fachrul pun saat itu menjawab respons dari Komisi VIII DPR RI. Dia pun berjanji Pemerintah Indonesia akan mengambil langkah untuk merespons peristiwa tersebut.


    "Tentang masukan Bapak tadi. Dengan hormat kami akan tindaklanjuti tentang pembakaran kitab suci Al-Qur'an pasti kami pasti akan beri langkah-langkah yang paling bijak, tapi tidak menimbulkan gejolak di dalam, tapi memang harus ada reaksi yang cukup signifikan untuk ini," ujar Fachrul.


    Sumber : detiknews.com

    Oleh      : M Alviyan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini