• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    KPK Bidik Pejabat Kejagung Dan BPK RI

    04/08/20, 09:56 WIB Last Updated 2020-08-04T02:56:03Z


    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - Deputi Penindakan KPK, Karyoto memastikan institusinya akan mengusut dugaan suap dari Kemenpora ke mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI dan anggota BPK RI.


    Skandal suap tersebut, mulanya dibongkar oleh asisten mantan Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum di persidangan.


    Ulum juga telah mengurai kembali masalah itu saat dimintakan keterangan oleh Komisi Kejaksaan.


    ”Memang hari ini Komjak datang ke kami tentu yang menyidik dan sedang berproses di sidang Tipikor adalah KPK. Ketika disebut adanya oknum-oknum tentunya sudah wajar kalau koordinasi ke sini. Memang dari hasil putusan dan persidangan pimpinan KPK telah mengambil sikap akan mendalami,” kata Karyoto kepada awak media di kantornya, Jakan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa, (28/7/2020).


    Kendati begitu, Karyoto enggan berspekulasi oknum-oknum yang diungkapkan Ulum, benar terlibat atau tidak. Menurut Karyoto terlalu dini untuk menyimpulkan hal itu.


    Namun Karyoto menegaskan bahwa pihaknya sedang mendalami dugaan aliran uang ke oknum-oknum tersebut.


    “Tidak langsung kita katakan ini justifikasi terlibat atau tidak. Tentu dengan pendalaman informasi, kami sedang mempersiapkan memanggil orang-orang yang disebut dalam persidangan itu apakah betul sebagaimana yang mereka temukan ini perlu waktu. Kita proses pemanggilan dan lain-lain,” kata Karyoto.


    Sebelumnya, Miftahul Ulum yang juga kini terjerat di KPK, mengaku telah menjelaskan kembali ihwal pemberian uang kepada oknum Kejaksaan Agung terkait pengamanan perkara di Kemenpora yang ditangani Kejagung RI.


    Oknum Kejagung yang diduga yakni mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung AT.


    Ulum menceritakan itu kembali kepada pihak Komisi Kejaksaan saat dimintai keterangan di kantor KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2020).


    “Tadi saya diperiksa, dimintai keterangan bukan diperiksa sama Bapak Barita terkait kesaksian saya terkait persidangan waktu itu terkait saksi di sidang Pak Imam dan pemeriksaan terdakwa saya, terkait oknum di Kejagung,” kata Ulum usai pemeriksaan.


    Ulum juga disarankan mengajukan permohonan perlindungan ke LPSK bila bersedia membongkar kasus tersebut.


    “Terus kemudian saya juga ditawari LPSK dan sebagainya, ya mungkin ada pertemuan beberapa lagi,” kata Ulum.


    Menurut Ulum dirinya belum dapat memutuskan apapun. Ia mengaku ingin berkonsultasi dengan penasihat hukumnya, mengingat saat ini perkara dirinya di KPK sedang tahap banding.


    Yang jelas, Ulum menekankan, bahwa dirinya akan kooperatif jika dimintai keterangan terkait hal tersebut. 


    “Terima kasih kepada bapak komisi kejaksaan yang sudah memberikan waktu kepada saya. Saya dimintai keterangan, ya ini kita menciptakan keadilan. Saya siap membantu sebagai warga negara. Doakan (juga) banding saya turun (hukumannya) ya,“ kata Ulum.


    Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi Kejaksaan, Barita Simanjuntak mengatakan bahwa adanya kemungkinan pihaknya meminta keterangan lagi kepada Ulum.


    Sebab, pada pemeriksaan hari ini, Ulum baru sebatas menjelaskan apa yang sudah dia beberkan di persidangan.


    “Kami belum mendapatkan semua keterangan karena situasi M Ulum sedang masa menghadapi persidangan jadi belum bisa kami mendapatkan keterangan (lebih) karena beliau menyampaikan ’apa yang sudah saya sampaikan selama ini', ya itulah yang dia sampaikan,” kata Barita di kantor KPK, Selasa (28/7/2020).


    Menurut Barita, tidak hanya dugaan aliran uang dari Kemenpora kepada pejabat Kejagung RI, tetapi Ulum juga menjelaskan soal dugaan aliran uang ke Anggota BPK RI. Namun, Barita menyebut keterangan hari ini masih “kulitnya”.


    “Jadi artinya kita memahami sebab hak Miftahul Ulum untuk menyampaikannya atau tidak, karena kita kan permintaan keterangan supaya clear dalam komisi, dalam tugas itu juga untuk melihat duduk masalah apa yang dia sampaikan,” kata Barita.


    Kendati begitu, lanjut Barita, Ulum sudah berjanji akan membantu pihaknya untuk mendalami soal aliran-aliran uang tersebut.


    Sehingga, kata dia, kemungkinan akan ada permintaan keterangan dari Ulum lagi nantinya.


    ”Kita tanyakan (soal oknum BPK dan Kejagung), tapi M Ulum berhak untuk tidak menyampaikan semuanya. Nah saat ini dia belum menyampaikan semuanya. Dia (Ulum) berjanji butuh waktu untuk menyampaikannya,” imbuhnya.


    Sumber : rri.co.id

    Oleh      : Redaksi jaguarnews77.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini