• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Senin, Buruh Geruduk DPR Tolak RUU Ciptaker

    02/08/20, 22:55 WIB Last Updated 2020-08-02T15:57:46Z


    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - Ratusan buruh rencananya akan kembali melakukan aksi ke gedung DPR RI dan Kantor Menko Perekonomian pada Senin (3/7/2020) menolak dilanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja oleh  Panja Baleg Omnibus Law RUU Cipta Kerja.  


    “Hal ini sesuai dengan apa yang kami sampaikan sebelumnya, bahwa KSPI akan melakukan aksi tiap pekan, setiap kali DPR RI membahas omnibus law,” kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam keterangan tertulis, Minggu (2/8/2020).


    Tak hanya di Jakarta, menurutnya, aksi serupa juga akan diakukan secara bergelombang di berbagai provinsi, dan puncaknya adalah tanggal 14 Agustus 2020 bersamaan dengan sidang Paripurna DPR RI yang akan diikuti puluhan ribu buruh.


    "KSPI menyesalkan dan mengutuk keras sikap Panja Baleg Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang terkesan melakukan rapat diam-diam dan dadakan, yang melanggar undang undang keterbukaan informasi yang menjadi hak publik" tegas Said Iqbal.


    KSPI menuntut agar pimpinan DPR RI dan pimpinan Baleg mengumumkan, bahwa setiap rapat pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja diumumkan secara terbuka ke publik. 


    Said Iqbal menginginkan, jadwal Sidang secara keseluruhan pembahasan harus diumumkan terbuka kepada publik dari mulai awal hingga akhir pembahasan RUU tersebut. Baik untuk rapat atau sidang yang sifatnya tertutup maupun terbuka.


    Selain itu, ia mengancam akan segera mengajukkan gugatan ke pengadilan terhadap pimpinan DPR dan Panja bila tidak ada pengumuman secara terbuka jadwal rapat atau sidang pembahasan RUU Cipta Kerja.


    “Tuntutan ini sesuai dengan prinsip dalam UU tentang keterbukaan informasi untuk publik," tutup Said Iqbal.


    Sumber : rri.co.id

    Oleh      : Redaksi jaguarnews77.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini