• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Ya Allah.....Semoga Gak Kejadian, Ramalan Sri Mulyani Bikin Takut

    12/07/20, 08:00 WIB Last Updated 2020-07-12T01:00:29Z


    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meramalkan ekonomi Indonesia kuartal II-2020 akan mengalami kontraksi hingga minus 5,1%. Hal yang membuat terjadi, karena adanya tekanan dari pandemi Covid-19 terberat di bulan April dan Mei.


    "Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2020 akan mengalami kontraksi yang berkisar -3,5% hingga -5,1%, dengan titik tengah -3,8%," ujarnya dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengenai Laporan Semester I dan Prognosis Semester II Pelaksanaan APBN 2020, Kamis (9/7/2020).

    "Dampak pandemi Covid-19 terhadap perekononian kita di tahun 2020 ini adalah pertumbuhan yang merosot," tambah dia.


    Menurutnya, pelemahan perekonomian karena Covid-19 sudah terlihat sejak kuartal I-2020 di mana hanya mampu tumbuh 2,97%. Padahal, tekanan pandemi terlihat di RI baru pada Maret 2020.


    "Kami menunjukkan bahwa pada kuartal I sudah terjadi penurunan yang cukup drastis dari adanya Covid ini yaitu adanya penurunan pertumbuhan di kisaran 3% atau 2,97%. Ini penurunan cukup tajam dibandingkan rata rata pertumbuhan kita yang berada di atas 5%," kata dia.


    Dengan pertumbuhan di kuartal I hanya 2,97% dan pada kuartal II diproyeksi minus hingga 5,1% dengan titik tengah minus 3,8% maka PDB sepanjang semester I-2020 dipastikan akan minus.


    "Sehingga range semester I dari pertumbuhan ekonominya adalah antara -1,1% hingga -0,4%," jelasnya.


    Lebih lanjut, ia berharap di kuartal III bisa mulai ada perbaikan dengan pertumbuhan ke arah positif. Kuartal III diproyeksi bisa tumbuh positif 1,2% hingga minus 1% dan kuartal IV sepenuhnya positif di kisaran 1,6% hingga 3,2%.


    "Kuartal III kita berharap akan terjadi pemulihan. Oleh karena itu, nanti proyeksi ekonominya kita masih bisa mencapai range yang mendekati 0 atau bahkan positif yaitu antara -0,4% hingga 1% (full year)," tegasnya.


    Sumber : wartaekonomi.co.id

    Oleh      : Redaksi jaguarnews77.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini