• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Bupati Lebak - Kementrian PUPR RI Bahas Proyek KPBU Bendungan Pasir Kopo

    17/07/20, 13:48 WIB Last Updated 2020-07-17T06:48:19Z
    JAGUARNEWS77.com # Lebak, Banten - Dalam rangka meningkatkan kapasitas tampung sumber daya air di Kabupaten Lebak, Banten yang dapat dimanfaatkan untuk mengairi irigasi, suplai air baku, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), dan  pengendalian banjir, Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR RI) akan membangun Bendungan Pasir Kopo, Lebak Banten melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

    Untuk itu Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya bersama Kementrian PUPR RI dan seluruh stakeholder terkait melakukan rapat Konsultasi Publik dan Real Demand Survey Proyek KPBU Bendungan Pasir Kopo Lebak, Banten sebagai kajian awal Prastudi Kelayakan (OBC) yang dilaksanakan di Swiss Belin Hotel Cikande Modern Serang Banten, Kamis (16/7/2020).

    Dihadapan para peserta rapat, Bupati Lebak menjelaskan topologi dan aspek hidrologi Kabupaten Lebak dimana menurut Bupati Lebak,  Lebak mempunyai Luas Wilayah  304.472  Ha  (3.044,72 Km²)  Yang  Terdiri  Dari  28  Kecamatan Dengan  340  Desa  Dan  5  Kelurahan serta 4 wilayah sungai, 463 daerah irigasi dengan total area yang di airi 48.469 Ha.


    "Pemerintah kabupaten lebak pada prinsipnya mendukung pembangunan bendungan pasir kopo dan mengajak seluruh masyarakat agar turut serta mensukseskan proyek skema kpbu ini" Ungkap Bupati Lebak

    Iti juga mengajak para investor untuk tidak ragu berinvestasi di Kabupaten Lebak khususnya terkait pembangunan proyek bendungan ini.


    "Sekali lagi kami siap all out dalam mendukung pembangunan bendungan ini dan kami mengajak para investor untuk tidak ragu berinvestasi dalam pembangunan bendungan ini" Tegas Iti.


    Sementara itu Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Sumber Daya Air Kementrian PUPR, Arvi Argyantoro dalam sambutannya menjelaskan tujuan kegiatan Konsultasi publik dan Real Demand Survey ini.


    Selain memperoleh masukan, tanggapan, serta dukungan dari masyarakat dan para
    pemangku kepentingan terkait proyek
    KPBU Bendungan Pasir Kopo, juga memastikan kebutuhan penggunaan air 
    irigasi, air baku, listrik, dan pengendalian
    banjir dengan objek para stakeholder 
    penerima manfaat dari Bendungan Pasir
    Kopo itu sendiri.


    "Kami berharap output konsultasi publik dan real demand survey proyek kpbu bendungan pasir kopo ini kita dapat mengetahui Kondisi demografi wilayah perencanaan Kondisi eksisting dan kebutuhan pelayanan 
    irigasi, air baku, listrik, dan pengendalian banjir serta masukan  terkait dampak
    sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dirasakan oleh masyarakat dan stakeholders terkait" Ungkap Arvi


    Terakhir arvi menyampaikan terima kasih kepada Bupati Lebak dan jajarannya serta seluruh stakeholder terkait di Kabupaten Lebak atas dukungan penuhnya dalam pembangunan proyek bendungan pasir kopo ini.


    "Kami menghaturkan terima kasih kepada Ibu Bupati dan jajaran yang telah memberikan dukungan penuh kepada kami untuk mewujudkan bendungan pasir kopo ini untuk kemaslahatan warga lebak dan sekitarnya" Ujar Arvi


    Untuk diketahui Bendungan Pasir Kopo termasuk ke dalam proyek bendungan prioritas TA. 2020-2024 untuk didanai melalui skema KPBU dan bendungan ini direncanakan memiliki volume tampungan efektif sebesar 166,21 juta m3 dengan manfaat untuk mengairi irigasi seluas 21.350 Ha, suplai air baku sebesar 3800 lt/detik, PLTA sebesar 20,64 MW, dan pengendali banjir sebesar 288,775 m3/s yang direncanakan mulai beroperasi pada TA. 2025.


    Reporter : Bardha Khaswandha
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini