JAGUARNEWS77.COM // JAKARTA – Sekitar 5.000 masyarakat bersama alim ulama, habaib, dan sejumlah pejabat pemerintah memadati Plaza Masjid Apung An-Nur Jakarta, kawasan Ancol Taman Impian, Jakarta Utara, Sabtu (31/10/2026), dalam kegiatan Ancol Berdzikir & Bershalawat: Menuju 5 Abad Jakarta.
Kegiatan yang diselenggarakan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut usia 500 tahun Jakarta pada 2027, sekaligus momentum memperkuat nilai spiritualitas, persaudaraan, dan kerukunan di tengah kehidupan masyarakat perkotaan.
Mengusung tema "Kota Global, Maju Modern, Berbudaya dan Berakhlakul Karimah", kegiatan ini mengajak masyarakat memaknai pembangunan Jakarta tidak semata-mata melalui kemajuan infrastruktur, teknologi, dan modernisasi kota, tetapi juga melalui penguatan karakter, akhlak, budaya, toleransi, serta nilai-nilai kemanusiaan.
Ribuan peserta mengikuti rangkaian kegiatan dalam suasana religius dan penuh kebersamaan. Lantunan dzikir dan shalawat menggema di kawasan Masjid Apung An-Nur, diiringi doa bersama serta tausiyah keagamaan yang mengajak masyarakat meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Ceramah utama dalam kegiatan tersebut menitikberatkan pada pentingnya menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai pedoman dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Selain itu, tausiyah juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi, menghormati perbedaan, dan memperkuat kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.
Momentum ini dinilai relevan dengan perjalanan Jakarta menuju usia lima abad. Sebagai kota dengan latar belakang masyarakat yang beragam, pembangunan Jakarta tidak hanya membutuhkan kemajuan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga kesadaran kolektif untuk menjaga persatuan, solidaritas, dan kehidupan sosial yang damai.
Masjid Apung An-Nur Didorong Menjadi Ruang Publik yang Bermanfaat
Kegiatan Ancol Berdzikir & Bershalawat juga menjadi bagian dari rangkaian pascaperesmian Masjid Apung An-Nur Jakarta pada 16 Oktober 2026.
Kehadiran masjid tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah dan pusat syiar Islam, tetapi juga berkembang menjadi ruang interaksi sosial yang terbuka serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Dengan lokasi yang berada di kawasan wisata Ancol, Masjid Apung An-Nur diharapkan dapat menjadi salah satu ruang bagi pengunjung maupun masyarakat untuk menjalankan aktivitas keagamaan, mempererat silaturahmi, dan membangun hubungan sosial yang positif.
Penyelenggaraan kegiatan keagamaan berskala besar ini sekaligus menunjukkan bahwa kawasan wisata dan rekreasi dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan aktivitas yang memiliki nilai sosial, budaya, dan spiritual.
Ancol Tidak Hanya Berorientasi pada Wisata dan Rekreasi
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis, mengatakan penyelenggaraan Ancol Berdzikir & Bershalawat merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan kawasan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Menurutnya, Ancol tidak hanya ingin dikenal sebagai destinasi wisata dan rekreasi, tetapi juga sebagai kawasan yang mampu menyediakan ruang bagi masyarakat untuk membangun kedekatan spiritual, mempererat persaudaraan, dan memperkuat hubungan sosial.
“Melalui Ancol Berdzikir & Bershalawat, kami ingin menghadirkan sebuah momentum yang mengajak kita semua untuk sejenak mendekatkan diri kepada Allah SWT, mempererat silaturahmi, dan meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap Masjid Apung An-Nur dapat menjadi tempat yang senantiasa menghadirkan ketenangan, keberkahan, dan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Syahmudrian Lubis.
Ia menambahkan, perjalanan Jakarta menuju usia 500 tahun merupakan kesempatan penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kota yang tidak hanya unggul dalam pembangunan fisik dan tata kelola modern, tetapi juga memiliki fondasi kuat dalam nilai kemanusiaan, budaya, toleransi, dan spiritualitas.
Menurutnya, kemajuan sebuah kota idealnya tidak hanya diukur dari perkembangan fasilitas publik, pertumbuhan ekonomi, maupun pembangunan infrastruktur.
Kualitas kehidupan masyarakat, keharmonisan sosial, serta kuatnya nilai moral dan budaya juga menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan kota.
Menuju Jakarta Lima Abad, Pembangunan Fisik Perlu Diimbangi Pembangunan Karakter
Memasuki momentum lima abad Jakarta pada 2027, tantangan pembangunan kota semakin kompleks. Modernisasi, pertumbuhan ekonomi, dan perubahan pola kehidupan masyarakat perkotaan perlu diimbangi dengan penguatan nilai sosial dan budaya agar kemajuan yang dicapai dapat dirasakan secara luas.
Dalam konteks tersebut, kegiatan Ancol Berdzikir & Bershalawat menjadi salah satu ruang kebersamaan yang mengingatkan pentingnya menjaga hubungan manusia dengan Tuhan sekaligus hubungan antarsesama.
Lantunan dzikir dan shalawat yang diikuti ribuan peserta tidak hanya menjadi rangkaian kegiatan keagamaan, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya persatuan, kepedulian, dan tanggung jawab bersama dalam membangun Jakarta.
Meski demikian, semangat menuju Jakarta lima abad tentu membutuhkan langkah nyata yang berkelanjutan. Penguatan karakter masyarakat perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik, pemerataan pembangunan, perlindungan lingkungan, serta penyediaan ruang publik yang aman dan inklusif bagi seluruh warga.
Sejalan dengan momentum tersebut, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menegaskan komitmennya untuk terus melakukan transformasi kawasan.
Ancol diharapkan tidak hanya menjadi tujuan wisata dan rekreasi, tetapi juga berkembang sebagai ruang publik bernilai tambah yang mampu menghadirkan kegiatan sosial, budaya, keagamaan, dan edukasi.
Melalui Ancol Berdzikir & Bershalawat, perusahaan berharap semangat kebersamaan dan spiritualitas dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari kontribusi dalam menyambut Jakarta sebagai kota berusia lima abad yang maju, modern, berbudaya, dan berakhlakul karimah.
Reporter: Wahyu Permana
Editor: Alvin