JAGUARNEWS77.COM // JAKARTA — Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, S.I.K., M.H., M.Si., mengingatkan pentingnya menjaga kerendahan hati, menjauhi sifat sombong, serta menjalankan jabatan dan kedudukan dengan penuh tanggung jawab.
Ia menegaskan bahwa pangkat, kekuasaan, dan harta bukanlah alasan bagi seseorang untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain.
Pesan moral tersebut disampaikan Kapolri saat melaksanakan ibadah Sholat Jumat bersama jamaah di Masjid Al-Ikhlas, Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), Jumat (9/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 11.50 hingga 12.50 WIB itu tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya membangun sikap sederhana, menghormati sesama, serta menumbuhkan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam arahannya kepada para jamaah, Kapolri menekankan bahwa segala sesuatu yang dimiliki manusia, termasuk jabatan, pangkat, kedudukan, dan kekayaan, merupakan titipan Allah SWT yang harus disyukuri. Karena itu, setiap orang perlu menyadari bahwa kedudukan yang dimiliki bukanlah alasan untuk bersikap angkuh atau merendahkan orang lain.
"Jadilah pribadi yang selalu rendah hati, jangan sombong, dan jangan pernah merasa lebih hebat daripada orang lain.
Jabatan, pangkat, dan kekuasaan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Hormati sesama, bantulah mereka yang membutuhkan, dan tetaplah menjadi pribadi yang sederhana," pesan Kapolri kepada para jamaah.
Jabatan dan Pangkat Merupakan Amanah
Kapolri menekankan bahwa kerendahan hati merupakan salah satu cerminan akhlak mulia yang harus dijaga oleh setiap orang, terutama mereka yang dipercaya memegang jabatan dan tanggung jawab besar.
Menurut pesan yang disampaikannya, semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijalankan. Jabatan semestinya mendorong seseorang untuk semakin bijaksana, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta memberikan teladan yang baik bagi orang lain.
Prinsip tersebut relevan dalam kehidupan organisasi maupun pelaksanaan tugas pelayanan publik. Kekuasaan dan kewenangan seharusnya digunakan untuk menjalankan tanggung jawab, membantu masyarakat, serta menghadirkan manfaat bagi kepentingan bersama, bukan menjadi dasar untuk membangun jarak atau merasa lebih unggul daripada orang lain.
Dalam lingkungan kepolisian, pesan mengenai kerendahan hati dan tanggung jawab juga menjadi pengingat pentingnya menjaga sikap dalam menjalankan tugas.
Kewenangan yang melekat pada jabatan perlu disertai integritas, kebijaksanaan, dan penghormatan terhadap sesama.
Dengan demikian, nilai-nilai moral tidak berhenti sebagai nasihat, tetapi perlu diwujudkan dalam perilaku nyata, termasuk melalui cara berkomunikasi, mengambil keputusan, dan memperlakukan masyarakat secara adil serta manusiawi.
Keimanan Harus Tercermin dalam Perilaku
Kapolri juga mengingatkan bahwa nilai-nilai keimanan tidak cukup hanya diwujudkan melalui pelaksanaan ibadah, tetapi perlu tercermin dalam sikap dan tindakan sehari-hari.
Kejujuran, keikhlasan, rasa syukur, kesederhanaan, dan kepedulian terhadap sesama merupakan nilai-nilai yang perlu terus dipelihara, baik di lingkungan pekerjaan, keluarga, maupun kehidupan bermasyarakat.
Seseorang yang memahami jabatan sebagai amanah diharapkan mampu menjalankan tanggung jawabnya tanpa kehilangan sikap rendah hati. Begitu pula orang yang memiliki kelebihan dalam bentuk harta, kedudukan, maupun kemampuan, diharapkan dapat menggunakan kelebihannya untuk membantu orang lain.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pencapaian pribadi dan tanggung jawab sosial. Keberhasilan tidak semestinya membuat seseorang melupakan orang-orang di sekitarnya, melainkan menjadi dorongan untuk semakin bermanfaat bagi sesama.
Sikap menghormati orang lain juga tidak seharusnya dibatasi oleh perbedaan pangkat, jabatan, latar belakang, maupun status sosial. Setiap orang perlu diperlakukan dengan baik dan bermartabat.
Sholat Jumat Menjadi Momentum Memperkuat Persaudaraan
Pelaksanaan Sholat Jumat bersama di Masjid Al-Ikhlas Mabes Polri menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan kesadaran bersama mengenai pentingnya akhlak dalam kehidupan.
Melalui kegiatan tersebut, jamaah diharapkan dapat mengambil hikmah untuk terus melakukan introspeksi diri, memperbaiki perilaku, dan menjauhi sifat sombong maupun angkuh dalam berbagai keadaan.
Kerendahan hati bukan berarti menghilangkan ketegasan dalam menjalankan tugas atau mengurangi tanggung jawab terhadap pekerjaan.
Sebaliknya, sikap tersebut dapat berjalan beriringan dengan profesionalisme, disiplin, dan keberanian mengambil keputusan yang benar.
Demikian pula, kesederhanaan tidak semata-mata diukur dari penampilan atau kepemilikan materi, tetapi juga tercermin dari kesediaan seseorang untuk mendengarkan orang lain, menerima masukan, mengakui kekurangan, dan tidak merendahkan sesama.
Nilai-nilai tersebut penting untuk dijaga agar hubungan antarmanusia tetap dilandasi rasa hormat, kepedulian, dan keinginan untuk saling membantu.
Kemuliaan Tidak Hanya Diukur dari Kedudukan
Pesan utama yang disampaikan Kapolri mengingatkan bahwa kemuliaan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh pangkat, jabatan, atau kekayaan yang dimiliki.
Akhlak, ketulusan hati, serta cara memperlakukan orang lain juga menjadi bagian penting dalam menilai kualitas pribadi seseorang.
Jabatan dapat berubah, kekayaan dapat berkurang, dan kedudukan tidak selalu bertahan selamanya. Namun, sikap baik, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama merupakan nilai yang perlu terus dipertahankan dalam setiap keadaan.
Karena itu, setiap amanah perlu dijalankan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Seseorang yang dipercaya memegang kewenangan dituntut tidak hanya mampu melaksanakan tugas, tetapi juga menjaga perilaku serta memberikan contoh yang baik bagi lingkungan sekitarnya.
Melalui pesan moral dalam kegiatan Sholat Jumat tersebut, Kapolri mengajak para jamaah untuk senantiasa bersyukur, menjaga kerendahan hati, menghormati sesama, dan menggunakan setiap kepercayaan yang diberikan untuk hal-hal yang bermanfaat.
Pada akhirnya, nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan ibadah, tetapi juga menjadi pedoman dalam bertindak, bekerja, dan membangun hubungan sosial yang lebih baik.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Alvin