JAGUARNEWS77.COM // SURABAYA – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bersilaturahmi dengan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, di Yayasan Pondok Pesantren Miftachussunah, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat komunikasi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan ulama dalam menjaga persatuan, kerukunan, serta stabilitas keamanan di tengah masyarakat.
Kedatangan Kapolri disambut langsung oleh KH Miftachul Akhyar. Dalam kunjungan tersebut, Suyudi didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, serta sejumlah pejabat utama Mabes Polri.
Silaturahmi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Pertemuan ini mencerminkan pentingnya membangun komunikasi yang berkesinambungan antara aparat penegak hukum dan tokoh agama sebagai bagian dari upaya memperkuat kehidupan sosial yang harmonis.
Hubungan antara Polri dan ulama dinilai memiliki arti strategis, mengingat keduanya berinteraksi dengan masyarakat melalui peran dan pendekatan yang berbeda. Polri menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, sedangkan ulama memiliki pengaruh moral dan sosial dalam membimbing umat serta menyampaikan pesan keagamaan.
Sinergi yang terjalin dengan baik diharapkan dapat memperkuat upaya menjaga ketenteraman masyarakat, sekaligus mendorong penyelesaian berbagai persoalan sosial melalui komunikasi, dialog, dan pendekatan yang mengedepankan kebersamaan.
Pererat Komunikasi Polri dan Ulama
Silaturahmi Kapolri dengan Rais Aam PBNU tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan baik antara institusi kepolisian dan kalangan ulama.
Komunikasi lintas elemen masyarakat diperlukan untuk membangun kepercayaan serta memperkuat kerja sama dalam menghadapi dinamika sosial yang berkembang.
Dalam kehidupan bermasyarakat, ulama dan tokoh agama mempunyai peran penting dalam menyampaikan pesan kesejukan, menguatkan persaudaraan, serta menanamkan nilai toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan.
Pesan-pesan keagamaan yang menekankan perdamaian, persatuan, dan kepedulian sosial dapat menjadi salah satu unsur pendukung terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis.
Karena itu, hubungan yang terbuka antara Polri dan tokoh agama diharapkan dapat memberikan ruang komunikasi yang konstruktif ketika masyarakat menghadapi persoalan maupun perbedaan pandangan.
Di sisi lain, upaya menjaga keamanan dan ketertiban tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian. Partisipasi masyarakat, dukungan tokoh agama, serta keterlibatan berbagai unsur sosial juga diperlukan untuk membangun lingkungan yang tertib, damai, dan saling menghormati.
Jaga Persatuan dan Kerukunan Masyarakat
Jawa Timur merupakan salah satu wilayah dengan kehidupan sosial dan keagamaan yang dinamis. Dalam kondisi tersebut, komunikasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan tokoh agama menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga hubungan antarkelompok masyarakat tetap harmonis.
Kehadiran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono dalam kegiatan tersebut turut memperlihatkan keterlibatan unsur pemerintah daerah dan kepolisian dalam membangun komunikasi bersama tokoh agama.
Kolaborasi lintas unsur diharapkan dapat mendukung terciptanya suasana yang kondusif, terutama melalui penguatan dialog, pencegahan potensi konflik, serta penyampaian pesan-pesan yang mendorong masyarakat mengutamakan persaudaraan.
Meski demikian, pemeliharaan keamanan dan ketertiban juga perlu ditopang oleh pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional, transparan, dan akuntabel, disertai pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kepercayaan publik akan semakin kuat apabila komunikasi yang dibangun diikuti dengan tindakan nyata dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Silaturahmi sebagai Landasan Sinergi Berkelanjutan
Pertemuan Kapolri dengan Rais Aam PBNU di Pondok Pesantren Miftachussunah diharapkan memperkuat hubungan yang telah terjalin antara Polri dan kalangan ulama.
Silaturahmi tidak hanya menjadi sarana menjaga hubungan kelembagaan, tetapi juga membuka ruang untuk memperkuat kesamaan pandangan mengenai pentingnya persatuan, kerukunan, dan tanggung jawab bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui komunikasi yang berkesinambungan, Polri dan tokoh agama diharapkan dapat terus berkontribusi dalam menjaga suasana masyarakat yang aman serta mendorong penyelesaian persoalan sosial secara damai.
Pada akhirnya, terciptanya keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui kerja sama nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Alvin