JAGUARNEWS77.COM // JAKARTA — Silaturahmi Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin bersama masyarakat Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kecamatan Kemayoran, Selasa (8/9/2026) malam, tidak sekadar menjadi forum tatap muka antara pemerintah dan warga.
Pertemuan tersebut juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mengangkat potensi generasi muda yang selama ini berkembang di lingkungan setempat.
Kegiatan yang berlangsung selepas ibadah Isya itu digelar di SMK Taman Siswa 1, Jalan Garuda Nomor 25, RT 007/RW 04, Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, Kecamatan Kemayoran, Kelurahan Gunung Sahari Selatan, para ketua RT dan RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), tokoh masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Dalam dialog yang berlangsung terbuka, warga diberikan kesempatan menyampaikan sejumlah persoalan dan kebutuhan di lingkungan mereka.
Aspirasi yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kondisi wilayah dan infrastruktur, tetapi juga menyangkut pembinaan generasi muda.
Salah satu potensi yang mendapat perhatian adalah keberadaan Sanggar Sinlamba Batavia, yang selama ini aktif membina anak-anak dan generasi muda melalui pencak silat seni tradisi.
Sanggar Sinlamba Batavia Dorong Potensi Anak Muda
Aspirasi mengenai keberadaan sanggar tersebut disampaikan Ketua RW 05 Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Drs. H. Eman Roheman, SE.
Dalam penyampaiannya, Eman menjelaskan bahwa Sanggar Sinlamba Batavia telah menjadi salah satu wadah pembinaan anak-anak dan generasi muda di lingkungan masyarakat.
Para peserta tidak hanya dilatih kemampuan pencak silat, tetapi juga diarahkan untuk mengenal dan melestarikan seni tradisi.
Latihan dilaksanakan secara rutin setiap malam Sabtu. Menurut Eman, kegiatan tersebut terus berjalan dan telah memberikan hasil positif.
“Alhamdulillah, anak-anak didik kami selama ini sudah banyak membuahkan hasil dan prestasi. Latihan pencak silat seni tradisi dilakukan rutin setiap malam Sabtu, baik untuk festival maupun kejuaraan, bahkan sudah sampai tingkat provinsi dan nasional,” ujarnya.
Eman mengatakan, peserta didik Sanggar Sinlamba Batavia telah mengikuti sejumlah festival dan kejuaraan. Prestasi yang diraih pun tidak hanya berada pada tingkat lokal, tetapi telah mencapai kompetisi tingkat provinsi hingga nasional.
Salah satu capaian yang disebutkan adalah keberhasilan peserta didik sanggar meraih juara II dalam ajang berskala nasional.
Bagi Eman, capaian tersebut menunjukkan bahwa anak-anak di lingkungan masyarakat memiliki potensi yang dapat dikembangkan apabila memperoleh pembinaan secara konsisten dan dukungan yang memadai.
Karena itu, ia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan sanggar tersebut.
Dukungan, kata Eman, diharapkan dapat melibatkan Suku Dinas Olahraga dan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Pusat.
Hal itu dinilai penting karena pencak silat yang dikembangkan sanggar memiliki dua sisi sekaligus, yakni sebagai aktivitas olahraga dan sebagai bagian dari seni tradisi.
“Harapan kami ada support dan dukungan dari Sudin terkait, baik Sudin Olahraga maupun Sudin Kebudayaan Jakarta Pusat, sehingga potensi anak-anak ini bisa terus dibina dan dikembangkan,” kata Eman.
Wali Kota Respons Aspirasi Warga
Aspirasi tersebut mendapat respons dari Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin.
Dalam pertemuan tersebut, Arifin mengarahkan jajaran terkait untuk memberikan perhatian terhadap potensi anak-anak yang aktif mengikuti latihan pencak silat.
Potensi tersebut dinilai perlu mendapatkan ruang pembinaan agar dapat berkembang secara lebih terarah.
Selain berpeluang menjadi bibit atlet, kegiatan tersebut juga dinilai memiliki nilai penting dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi di tengah masyarakat.
Respons tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan rencana melihat secara langsung aktivitas Sanggar Sinlamba Batavia.
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam forum, kunjungan atau survei dari unsur Sudin terkait ke Sanggar Sinlamba Batavia Cabang Gunung Sahari Selatan direncanakan berlangsung pada Kamis, 10 September 2026.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi sanggar secara langsung, termasuk aktivitas latihan, jumlah dan potensi peserta didik, prestasi yang telah diraih, serta kebutuhan pembinaan ke depan.
Langkah tersebut juga menjadi penting untuk memastikan bentuk dukungan pemerintah dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Lurah: Pertemuan Jadi Ruang Komunikasi Pemerintah dan Warga
Usai kegiatan, Lurah Gunung Sahari Selatan M. Irfan Yusuf memberikan keterangan kepada awak media.
Irfan mengatakan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat.
Menurutnya, pertemuan secara langsung memungkinkan pemerintah mengetahui kebutuhan warga tanpa harus menunggu persoalan berkembang menjadi lebih besar.
“Pertama, kita menjalin komunikasi dan silaturahmi antara Pak Wali beserta seluruh jajarannya di tingkat kota, Pak Camat, RT, RW, LMK dan seluruh stakeholder yang ada,” ujar Irfan.
Menurut dia, berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk persoalan infrastruktur maupun kebutuhan lainnya, dapat disampaikan langsung dalam forum tersebut.
“Kita ingin mengetahui apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, baik itu mungkin infrastruktur dan lain-lain, sehingga bisa dilaksanakan dan ditindaklanjuti dengan cepat,” katanya.
Selain persoalan lingkungan, Irfan menilai pembinaan generasi muda juga menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian.
Ia menyoroti keberadaan anak-anak yang aktif mengikuti kegiatan pencak silat di Sanggar Sinlamba Batavia.
“Intinya bagaimana anak-anak kita yang terlibat di dalam pencak silat bisa mendapatkan pembinaan dari Sudin Olahraga Jakarta Pusat. Kenapa tidak ini menjadi bibit-bibit potensi yang baru dan menjadi potensi masyarakat dari wilayah Jakarta Pusat itu sendiri,” ungkapnya.
Menurut Irfan, kegiatan sanggar memiliki manfaat lebih luas. Selain menjadi sarana pengembangan bakat, aktivitas tersebut dapat memberikan ruang positif bagi anak-anak dan generasi muda agar aktif dalam kegiatan yang produktif.
Pada saat yang sama, pembinaan pencak silat seni tradisi juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kebudayaan yang tumbuh di tengah masyarakat.
Wali Kota Imbau Warga Gunakan Masker
Dalam pertemuan tersebut, perhatian juga diberikan terhadap kondisi lingkungan menyusul informasi mengenai abu vulkanik.
Irfan menyampaikan bahwa Wali Kota mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu.
“Memang satu-dua hari ini karena adanya abu vulkanik, Pak Wali meminta kepada seluruh masyarakat untuk kembali menggunakan masker, seperti dulu pada zaman pandemi,” jelasnya.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah kewaspadaan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Warga juga diharapkan tetap memperhatikan kondisi lingkungan serta mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah terkait perkembangan situasi.
Tekankan Kekompakan Warga
Selain menyerap aspirasi, pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antarunsur masyarakat.
Irfan berharap komunikasi yang telah terbangun antara pemerintah dan warga dapat terus dipertahankan. Menurutnya, pembangunan lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat secara bersama-sama.
“Yang mudah-mudahan ke depan kita semua, seluruh unsur masyarakat, RT, RW, PKK maupun semuanya bisa kembali guyub bersama, kembali membangun dan menata lingkungan dengan jauh lebih baik lagi,” pungkasnya.
Silaturahmi Wali Kota Jakarta Pusat bersama masyarakat Gunung Sahari Selatan tersebut akhirnya tidak hanya menghasilkan komunikasi mengenai kebutuhan lingkungan.
Forum itu juga mengangkat persoalan yang lebih strategis, yakni bagaimana potensi anak-anak dan generasi muda dapat memperoleh ruang pembinaan yang berkelanjutan.
Respons Wali Kota terhadap aspirasi mengenai Sanggar Sinlamba Batavia menjadi titik awal bagi tindak lanjut di lapangan.
Rencana kunjungan unsur Sudin Olahraga dan Sudin Kebudayaan pada 10 September mendatang diharapkan dapat memberikan gambaran lebih konkret mengenai kebutuhan sanggar sekaligus membuka peluang pengembangan potensi peserta didiknya.
Bagi masyarakat, dukungan pemerintah diharapkan tidak berhenti pada kunjungan atau pemantauan.
Pembinaan yang berkelanjutan diperlukan agar prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan dan ditingkatkan, sementara nilai-nilai seni tradisi pencak silat tetap hidup serta berkembang di tengah generasi muda Jakarta Pusat.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Alvin
› Potensi Pencak Silat Jadi Sorotan
› Pusat Respons Aspirasi Warga Gunung Sahari
› Wali Kota Jakarta
Wali Kota Jakarta Pusat Respons Aspirasi Warga Gunung Sahari, Potensi Pencak Silat Jadi Sorotan
Wali Kota Jakarta Pusat Respons Aspirasi Warga Gunung Sahari, Potensi Pencak Silat Jadi Sorotan
BERITA NUSANTARA and 4 more
08/09/26, 23:16 WIB
Last Updated
2026-09-08T16:17:00Z
Komentar