• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    ‎Wakapolri Cek Pengamanan Indonesia vs Malaysia, 5.250 Personel Disiagakan

    28/09/26, 19:33 WIB Last Updated 2026-09-28T12:33:57Z

    Foto: Menjelang pertandingan Indonesia melawan Malaysia dalam ajang ASEAN Cup 2026, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meninjau Posko Utama Operasi Garuda Bhakti 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). (Dok-Istimewa)


    ‎


    ‎JAGUARNEWS77.COM // JAKARTA – Menjelang pertandingan Indonesia melawan Malaysia dalam ajang ASEAN Cup 2026, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meninjau Posko Utama Operasi Garuda Bhakti 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).

    ‎Polri menyiapkan 5.250 personel untuk pengamanan di wilayah Jakarta dan Bandung, terdiri atas 3.834 personel Polda Metro Jaya dan 1.705 personel Polda Jawa Barat. Pengamanan juga didukung lebih dari 6.000 titik CCTV dan tiga unit drone.

    ‎Sebanyak 7 SSK ditugaskan di lapangan, sementara 21 SSK disiagakan sebagai kekuatan cadangan untuk mengantisipasi perkembangan situasi.

    Foto: ‎Dalam peninjauan tersebut, Dedi mengecek kesiapan sistem komando, komunikasi, penempatan personel, serta skenario menghadapi situasi kontinjensi. (Dok-Istimewa)


    ‎Dalam peninjauan tersebut, Dedi mengecek kesiapan sistem komando, komunikasi, penempatan personel, serta skenario menghadapi situasi kontinjensi. Ia menegaskan pengamanan harus dilakukan secara profesional, proporsional, dan humanis dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.

    ‎“Yang paling penting, setiap personel memahami bahwa tugas kita bukan hanya mengamankan pertandingan, tetapi memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat serta pihak yang hadir,” ujar Dedi.

    ‎Ia meminta jajaran mengedepankan komunikasi, imbauan, pencegahan, dan tindakan persuasif. Setiap tindakan kepolisian juga harus dilakukan sesuai kewenangan dan prosedur yang berlaku.

    ‎Untuk menghadapi situasi kontinjensi di dalam stadion, Dedi menegaskan penggunaan gas air mata dilarang. Ia juga mengingatkan pembagian kewenangan antara penyelenggara dan aparat keamanan, dengan area dalam stadion menjadi tanggung jawab penyelenggara dan aparat mengamankan area luar sesuai pembagian tugas.

    ‎Pengamanan kontingen dilakukan secara melekat. Setiap kontingen didampingi satu Liaison Officer (LO) dari Divhubinter Polri untuk mendukung keamanan akomodasi atlet selama 24 jam.

    ‎Pola pengamanan juga disesuaikan dengan karakteristik stadion dan potensi gangguan, termasuk kemungkinan unjuk rasa serta ancaman terorisme.

    ‎Kaposko Utama Operasi Garuda Bhakti 2026, Brigjen Pol. Joko Sulistio, S.I.K., M.H., mengatakan sistem komando memungkinkan pimpinan memperoleh gambaran situasi dan penempatan personel secara cepat sebagai dasar pengambilan keputusan.

    ‎Dedi juga meminta setiap pelaksanaan pengamanan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas operasi berikutnya.

    ‎“Setiap pertandingan dan event besar harus meninggalkan pengetahuan. Catat apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

    ‎Operasi Garuda Bhakti 2026 disiapkan untuk mengamankan rangkaian ASEAN Cup 2026, termasuk pertandingan Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama GBK agar berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

    ‎
    ‎
    ‎
    ‎

    ‎Reporter: Muhamad Alviyan
    ‎
    ‎
    ‎‎Editor: Alvin

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini