JAGUARNEWS77.COM // JAKARTA — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh jajaran Polri meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Instruksi itu menyasar seluruh tingkatan kewilayahan, mulai dari Kapolda, Kapolres hingga Kapolsek, agar mampu bergerak cepat ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
Perintah tersebut disampaikan Sigit menyusul meluasnya dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau ke sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut mendorong kepolisian untuk tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memperkuat pelayanan kemanusiaan, kesehatan, lalu lintas, hingga kesiapan menghadapi kemungkinan evakuasi.
“Untuk dampak vulkanik tolong untuk seluruh rekan-rekan agar siap siaga membantu masyarakat yang butuhkan bantuan Polri,” kata Sigit dalam instruksinya, Minggu (6/9/2026).
Kapolri menekankan bahwa jajaran kepolisian harus memastikan personel dan sarana pendukung berada dalam kondisi siap digunakan.
Respons cepat dinilai penting karena dampak erupsi dapat memengaruhi aktivitas masyarakat serta menimbulkan persoalan kesehatan dan gangguan pada sejumlah layanan publik.
Menurut Sigit, kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak harus menjadi perhatian. Karena itu, jajaran diminta menyiapkan masker, dukungan kesehatan hingga akses rujukan bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan.
“Mulai dari masker, dampak ISPA yang perlu rujukan RS, atau mungkin air bersih dan lain yang diperlukan,” ujar Sigit.
Instruksi tersebut menunjukkan bahwa penanganan dampak erupsi tidak dapat hanya mengandalkan respons setelah terjadi gangguan.
Jajaran kepolisian diminta melakukan langkah antisipatif dengan memetakan kebutuhan masyarakat berdasarkan kondisi wilayah masing-masing.
Para Kasatwil juga diminta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), fasilitas kesehatan, serta unsur terkait lainnya.
Koordinasi lintas sektor diperlukan agar penanganan masyarakat terdampak tidak berjalan sendiri-sendiri.
Sigit bahkan meminta personel untuk siap menghadapi kemungkinan terjadinya situasi yang membutuhkan kehadiran kepolisian secara langsung, termasuk proses evakuasi dan pengungsian.
“Termasuk evakuasi dan pengungsian bila diperlukan, dan masalah lain yang perlu kehadiran Polri. Termasuk membantu sosialisasi dan lain-lain,” tegasnya.
Langkah Mitigasi Mulai Bergerak
Sejumlah jajaran kepolisian di daerah yang berpotensi terdampak telah mengambil langkah mitigasi.
Di Lampung, misalnya, kepolisian menyiapkan dukungan kesehatan dan distribusi masker kepada masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik sekaligus memastikan pelayanan dapat segera diberikan apabila terjadi peningkatan jumlah warga yang membutuhkan penanganan medis.
Di Lampung Selatan, personel kepolisian bersama Dinas Kesehatan juga melakukan pembagian masker dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah perlindungan diri dari paparan abu vulkanik.
Edukasi menjadi bagian penting dalam penanganan bencana karena masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai kondisi yang terjadi, potensi risiko serta tindakan yang harus dilakukan apabila paparan abu vulkanik meningkat.
Sementara itu, Polres Bogor mengambil langkah berbeda sesuai kondisi wilayah. Kepolisian membagikan masker kepada masyarakat sebagai antisipasi terhadap abu vulkanik yang terpantau mencapai sejumlah wilayah Kabupaten Bogor.
Selain pelayanan kepada masyarakat, kepolisian juga mengerahkan kendaraan Armored Water Cannon (AWC) untuk membantu membersihkan endapan abu vulkanik di sejumlah ruas jalan utama Kabupaten Bogor.
Penggunaan kendaraan tersebut diarahkan untuk membantu menjaga kondisi jalan tetap aman dan mengurangi potensi gangguan aktivitas masyarakat akibat endapan abu.
Bandara Soekarno-Hatta Siapkan Layanan Kesehatan
Dampak erupsi juga menjadi perhatian di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Polresta Bandara Soekarno-Hatta Polda Metro Jaya menyiapkan layanan pemeriksaan kesehatan serta pembagian masker bagi penumpang dan pengguna jasa bandara.
Langkah tersebut dilakukan di tengah adanya penundaan penerbangan yang berkaitan dengan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kondisi di bandara menjadi salah satu perhatian karena gangguan aktivitas penerbangan berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat dalam jumlah besar.
Kehadiran personel kepolisian dibutuhkan untuk menjaga pelayanan tetap berjalan, memberikan informasi serta membantu masyarakat yang terdampak perubahan jadwal perjalanan.
Dalam situasi seperti ini, kepolisian tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga dituntut mampu memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat yang menghadapi situasi darurat maupun ketidakpastian perjalanan.
Polri Diminta Tidak Menunggu Laporan
Instruksi Kapolri juga menekankan perubahan pola respons di lapangan.
Personel tidak diminta sekadar menunggu laporan masyarakat, tetapi harus aktif mengantisipasi kebutuhan yang kemungkinan muncul akibat dampak erupsi.
Pendekatan tersebut mencakup pemantauan wilayah, pemetaan masyarakat yang membutuhkan bantuan, kesiapan personel, distribusi perlengkapan pelindung, dukungan kesehatan, pengamanan jalur lalu lintas hingga kemungkinan penyiapan lokasi evakuasi.
Kesiapsiagaan juga penting untuk mengantisipasi dampak lanjutan apabila kondisi vulkanik berkembang atau abu vulkanik semakin meluas.
Karena itu, setiap satuan kewilayahan diminta menyesuaikan langkah penanganan dengan kondisi daerah masing-masing.
Wilayah yang terdampak abu vulkanik membutuhkan langkah perlindungan kesehatan, sementara daerah yang berpotensi menjadi lokasi evakuasi harus memastikan jalur, personel dan fasilitas pendukung berada dalam kondisi siap.
Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Di tengah meningkatnya kewaspadaan, masyarakat diminta tidak panik.
Warga yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik dianjurkan meningkatkan kewaspadaan, menggunakan masker dan mengikuti arahan petugas serta informasi resmi pemerintah.
Polri juga meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan kebutuhan apabila memerlukan bantuan.
Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan dan pelayanan selama situasi berlangsung.
Sementara itu, kepolisian terus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lebih luas.
Fokus penanganan tidak hanya diarahkan pada keselamatan warga, tetapi juga menjaga kelancaran lalu lintas, aktivitas publik, pelayanan kesehatan dan ketertiban umum.
Instruksi Kapolri tersebut menegaskan bahwa penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau membutuhkan kesiapan sejak dini.
Polri dituntut mampu bergerak cepat, tetapi tetap terukur dan berkoordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan teknis kebencanaan dan vulkanologi.
Dengan kesiapsiagaan tersebut, kepolisian diharapkan dapat meminimalkan risiko terhadap masyarakat sekaligus memastikan bantuan dapat diberikan secara cepat apabila kondisi di lapangan berkembang dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Reporter: Wahyu Permana
Editor: Alvin