JAGUARNEWS77.COM // JAKARTA — Pencipta lagu Aip Muhamad kembali menyapa penikmat musik dengan karya terbaru berjudul “Cinta di Ujung Takdir”. Lagu tersebut resmi diperkenalkan kepada publik melalui peluncuran official music video (OMV) yang digelar di Cinepolis Kalibata City Square, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Peluncuran ini menjadi momentum penting bagi Aip setelah cukup lama tidak merilis single. Ia menyebut jarak waktu karyanya dengan rilisan sebelumnya berada di kisaran lima hingga sembilan tahun.
Karya terbaru tersebut berada di bawah naungan HGIM Music dan tidak berdiri sendiri.
“Cinta di Ujung Takdir” menjadi bagian dari proyek film layar lebar “Twist Stethoscope Cinta di Ujung Takdir”, sehingga lagu sekaligus menjadi bagian penting dalam membangun suasana dan cerita yang diangkat dalam proyek tersebut.
Sejumlah pihak yang terlibat dalam produksi turut hadir dalam peluncuran, di antaranya Amanda Husnia, Husnul Ghazali Idrus, Aip Muhamad, dan Belina Rafa.
Mengangkat Cinta yang Berhadapan dengan Takdir
“Cinta di Ujung Takdir” membawa cerita mengenai dua orang yang saling mencintai dan memiliki keterikatan kuat, tetapi harus menghadapi keadaan yang membuat hubungan mereka tidak dapat berakhir sebagaimana yang diharapkan.
Gagasan tersebut dirangkum melalui pesan yang menjadi salah satu kekuatan lagu:
“Ada cinta menulis bahagia, namun semesta menulisnya berbeda.”
Tema tersebut menjadi titik temu antara cinta, pilihan, perasaan, serta takdir yang terkadang membawa seseorang pada jalan yang tidak pernah direncanakan.
Aip menjelaskan, lagu tersebut sengaja dibuat dengan lirik yang bersifat universal. Ia tidak ingin “Cinta di Ujung Takdir” hanya dikaitkan dengan satu persoalan atau latar belakang tertentu.
Menurut Aip, keterbukaan makna tersebut memungkinkan pendengar menghubungkan lirik dengan pengalaman hidup masing-masing.
Dengan konsep itu, kisah cinta yang tidak berujung pada kebersamaan dapat dimaknai dalam berbagai konteks kehidupan, baik hubungan pribadi maupun persoalan lain yang berkaitan dengan
pilihan dan keadaan.
Terinspirasi Cerita Film
Aip mengungkapkan, ide menciptakan lagu tersebut muncul setelah dirinya diminta membuat karya untuk sebuah film layar lebar.
Ia terlebih dahulu menyaksikan dan memahami cerita film tersebut. Dari sana, Aip menemukan persoalan hubungan antarkarakter yang menurutnya memiliki kekuatan emosional untuk diterjemahkan ke dalam sebuah lagu.
Ia kemudian mencoba menempatkan dirinya dalam situasi karakter yang ada di dalam cerita.
Proses tersebut menjadi bagian dari pencarian emosional Aip sebelum akhirnya dituangkan menjadi lirik dan musik “Cinta di Ujung Takdir”.
“Banyak teman, saudara dan keluarga yang sudah hadir di sini menyaksikan karya terbaru saya. Ini juga menjadi sebuah kebanggaan dan penghormatan buat saya,” ujar Aip.
Kembali merilis single setelah rentang waktu yang cukup panjang, kata Aip, menjadi pengalaman yang membahagiakan sekaligus membanggakan.
Ia berharap karya tersebut tidak hanya diterima sebagai sebuah lagu, tetapi juga dapat dinikmati dan mewakili perasaan pendengarnya.
Punya Rekam Jejak sebagai Pencipta Lagu
Perjalanan Aip dalam menciptakan lagu bukan sesuatu yang baru. Ia sebelumnya dikenal sebagai pencipta lagu “Harus Memilih”, yang dipopulerkan oleh Widi Hello Band, yang juga dikenal melalui lagu “Dua Cincin” dan “Ular Berbisa”.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian perjalanan kreatif Aip dalam memahami bagaimana sebuah lagu dapat menemukan tempat di tengah pendengarnya.
Aip mengaku pernah membaca berbagai komentar masyarakat di YouTube official music video ketika lagu “Harus Memilih” mendapatkan perhatian.
Bagi Aip, komentar-komentar tersebut menjadi pengalaman tersendiri karena menunjukkan bahwa sebuah karya yang diciptakan dengan perasaan dapat memiliki keterkaitan dengan pengalaman orang lain.
Pengalaman itu pula yang kemudian menjadi harapan terhadap “Cinta di Ujung Takdir”.
Ia ingin lagu tersebut dapat menjangkau pendengar yang lebih luas dan memberikan ruang bagi setiap orang untuk menemukan makna sesuai perjalanan hidup mereka.
Belina Rafa: Makna Lagu Bisa Berbeda bagi Setiap Orang Sementara itu, Belina Rafa mengungkapkan keterlibatannya dalam proyek “Cinta di Ujung Takdir” bermula dari sebuah perkenalan yang berlangsung cukup singkat.
Ia memperoleh rekomendasi dari seorang teman hingga kemudian dipercaya menjadi vokalis yang mengisi soundtrack tersebut.
Bagi Belina, salah satu pengalaman yang berkesan selama proses produksi adalah ketika menjalani adegan tertentu dalam video musik yang memiliki muatan emosional cukup kuat.
Ia menilai kekuatan lagu tersebut terletak pada cerita yang tidak mengunci pendengar pada satu persoalan saja.
“Kalau menurut aku, tergantung dari kisah hidupnya. Karena liriknya ini bisa mengarah ke mana saja,” ujar Belina.
Menurutnya, setiap pendengar dapat mempunyai tafsir berbeda berdasarkan pengalaman yang pernah mereka jalani.
Belina berharap setelah resmi dirilis, lagu tersebut mampu menyampaikan cerita dan perasaan kepada masyarakat serta memberikan pengalaman emosional bagi pendengarnya.
Husnul Ghazali Idrus Perankan Sosok Suami Dalam official music video, Husnul Ghazali Idrus tampil bersama Amanda Husnia sebagai pasangan suami istri.
Husnul memainkan karakter seorang suami yang digambarkan sebagai sosok pekerja keras dan selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi pasangannya.
Karakter tersebut juga diperlihatkan sebagai pribadi yang terbuka serta berusaha mempertahankan hubungan yang tengah dijalaninya.
Melalui karakter tersebut, Husnul berharap kisah yang ditampilkan dalam video musik dapat terasa dekat dengan penonton.
Menurutnya, dinamika hubungan yang diangkat dalam karya tersebut berpotensi memiliki kedekatan dengan pengalaman sebagian masyarakat yang pernah menghadapi persoalan dalam hubungan.
Sony Everyda Turut dalam Proses Kreatif
Proses kreatif “Cinta di Ujung Takdir” juga melibatkan Sony Everyda dari Binasol.
Sony mengatakan, dirinya telah beberapa kali bekerja sama dengan Aip Muhamad dalam pembuatan soundtrack untuk berbagai produksi.
Kerja sama tersebut, antara lain, dilakukan dalam sejumlah produksi sinetron SCTV, FTV, RTV, serta berbagai program televisi lainnya.
Pengalaman kerja sama tersebut kemudian kembali berlanjut dalam proses kreatif yang melahirkan karya “Cinta di Ujung Takdir”.
Keterlibatan sejumlah pihak dengan latar belakang produksi musik dan audiovisual tersebut memperlihatkan bahwa lagu ini dirancang tidak sekadar sebagai single, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem cerita film yang diusung.
Peluncuran Diwarnai Interaksi dan Challenge peluncuran official music video “Cinta di Ujung Takdir” tidak hanya diisi dengan pemutaran karya.
Panitia juga menghadirkan sesi interaksi bersama penonton. Pada penghujung acara, lima penonton mendapatkan hadiah berupa T-shirt setelah mengikuti sesi lima pertanyaan.
Selain itu, HGIM Music membuka “Cinta di Ujung Takdir Challenge” yang ditujukan kepada masyarakat luas.
Dalam challenge tersebut akan dipilih tujuh peserta terbaik. Masing-masing peserta terpilih berhak mendapatkan hadiah emas seberat 0,25 gram.
Peserta dapat membuat video kreatif bertema “Cinta di Ujung Takdir”, kemudian mengunggahnya melalui Instagram Reels atau TikTok dengan menggunakan sound resmi lagu serta hashtag #CDUT.
Kategori konten yang dapat dibuat cukup beragam, mulai dari storytelling tentang cinta, drama pendek, lip-sync atau performance, dance, cinematic video, interpretasi cerita berdasarkan lagu, hingga konsep kreatif lainnya.
Selain hadiah emas 0,25 gram bagi tujuh peserta terbaik, tersedia pula hadiah emas seberat 1 gram bagi juara terbaik sesuai mekanisme dan ketentuan challenge yang ditetapkan penyelenggara.
Berharap Menjadi Bagian dari Cerita Pendengar Peluncuran “Cinta di Ujung Takdir” menjadi penanda kembalinya Aip Muhamad ke dunia rilisan single setelah cukup lama.
Melalui karya tersebut, Aip tidak hanya menawarkan sebuah lagu bertema cinta, tetapi juga membuka ruang interpretasi bagi pendengar untuk menghubungkannya dengan pengalaman masing-masing.
Harapannya, “Cinta di Ujung Takdir” dapat diterima lebih luas dan memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan musik maupun cerita para pendengarnya.
Pada akhirnya, pesan yang ingin dibawa karya tersebut sederhana: setiap orang mungkin memiliki cara sendiri dalam menulis kisah cintanya, tetapi perjalanan kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan.
Di titik itulah cinta, pilihan, perasaan, dan takdir bertemu dalam sebuah cerita yang berbeda bagi setiap manusia.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Alvin