JAGUARNEWS77.COM // JAKARTA – Sebuah aksi heroik yang dilakukan anggota Polri dan TNI Angkatan Udara berakhir dengan duka mendalam.
Personel Intelkam Polda Maluku, Briptu Nanda Tutupoho, dan anggota Lanud D. Dumatubun, Serda Rangga, gugur saat berupaya menyelamatkan seorang pelajar yang terseret arus laut di Pantai Nirun Lear Ngursoin, Desa Danar Ternate, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (21/6/2026).
Meski harus mengorbankan nyawa, upaya keduanya berhasil menyelamatkan korban berinisial OPY (16), yang kini dalam kondisi selamat dan masih menjalani perawatan medis.
Peristiwa bermula sekitar pukul 14.40 WIT ketika korban terjatuh dari tebing pantai sebelum akhirnya terbawa arus laut yang cukup deras. Kejadian tersebut sontak mengundang kepanikan warga yang berada di sekitar lokasi.
Briptu Nanda yang melihat langsung insiden itu segera mengambil tindakan dengan melompat ke laut tanpa ragu demi menyelamatkan korban. Namun, kuatnya arus membuat dirinya ikut terseret.
Melihat rekannya berada dalam situasi berbahaya, Serda Rangga turut terjun ke laut membantu proses penyelamatan. Bersama masyarakat dan tim penyelamat lainnya, mereka akhirnya berhasil mengevakuasi korban dalam keadaan hidup.
Namun setelah dievakuasi ke fasilitas kesehatan dan mendapatkan penanganan medis, Briptu Nanda dan Serda Rangga dinyatakan meninggal dunia.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengorbanan Briptu Nanda merupakan wujud nyata nilai kemanusiaan yang menjadi bagian dari tugas dan pengabdian anggota Polri.
"Polri berduka atas gugurnya Briptu Nanda Tutupoho saat berupaya menyelamatkan seorang anak yang mengalami musibah.
Tindakan almarhum merupakan cerminan nyata nilai-nilai kemanusiaan, keberanian, dan pengabdian yang menjadi jati diri setiap insan Bhayangkara," ujarnya.
Menurut Brigjen Trunoyudo, keberanian Briptu Nanda memperlihatkan bahwa tugas seorang anggota Polri tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat dalam setiap keadaan.
"Almarhum bergerak karena panggilan kemanusiaan. Dengan keberanian dan ketulusannya, ia berupaya menyelamatkan nyawa sesama. Pengabdian seperti inilah yang menjadi teladan bagi seluruh anggota Polri bahwa tugas melindungi masyarakat tidak mengenal batas ruang dan waktu," katanya.
Polri juga memberikan penghormatan kepada Serda Rangga yang dinilai telah menunjukkan semangat solidaritas lintas institusi dalam menjalankan misi penyelamatan.
"Kami turut berduka cita atas wafatnya Serda Rangga yang menunjukkan keberanian dan semangat kemanusiaan dalam upaya penyelamatan tersebut.
Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ungkap Brigjen Trunoyudo.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pengabdian aparat negara tidak hanya diwujudkan dalam menjalankan tugas formal, tetapi juga melalui tindakan kemanusiaan yang lahir dari kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.
Pengorbanan Briptu Nanda Tutupoho dan Serda Rangga akan dikenang sebagai simbol keberanian, ketulusan, serta dedikasi tanpa batas dalam menyelamatkan nyawa sesama manusia.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Alvin