JAGUARNEWS77.com // Jakarta — Persoalan tumpukan sampah di wilayah Cakung Barat kian menjadi sorotan.
Pemerintah setempat menilai, solusi tidak bisa hanya bertumpu pada sistem pengangkutan, melainkan harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Lurah Cakung Barat, Yasir Habib Putra, menegaskan pentingnya disiplin warga dalam memilah sampah rumah tangga, baik organik maupun anorganik.
Hal itu disampaikannya saat berbincang dengan awak media, Jumat (24/4/2026), sebagai respons atas meningkatnya volume sampah di wilayah tersebut.
Menurut Yasir, kebiasaan memilah sampah merupakan langkah sederhana yang berdampak besar terhadap sistem pengelolaan secara keseluruhan.
Tanpa keterlibatan aktif masyarakat, beban fasilitas pengolahan sampah akan terus meningkat, termasuk di TPST Bantar Gebang yang setiap hari menerima kiriman sampah dalam jumlah besar dari Jakarta.
“Peningkatan volume sampah tidak bisa hanya mengandalkan pengangkutan.
Harus ada kesadaran dari masyarakat untuk mengurangi dari sumbernya, salah satunya dengan memilah sampah,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Kelurahan Cakung Barat bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur telah menggelar sosialisasi pemilahan sampah kepada pengurus RW, LMK, dan PKK pada Senin (20/4/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya edukasi berkelanjutan untuk membangun kesadaran kolektif di tingkat lingkungan.
Yasir menjelaskan, sampah yang dipilah tidak hanya mengurangi beban tempat pembuangan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.
Sampah anorganik dapat disalurkan ke bank sampah di tingkat RW, sementara sampah organik bisa diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi lingkungan.
Jika sistem ini berjalan optimal, lanjutnya, hanya sampah residu yang akan dikirim ke fasilitas pengolahan seperti TPST Bantar Gebang atau instalasi RDF Rorotan.
Dengan demikian, volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dapat ditekan secara signifikan.
Langkah tersebut juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Pergub Nomor 77 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Sampah di Tingkat RW, yang menekankan peran aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Meski demikian, tantangan di lapangan masih cukup besar. Perubahan perilaku masyarakat membutuhkan waktu, konsistensi, serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai.
Tanpa pengawasan dan evaluasi berkala, program pemilahan sampah berpotensi tidak berjalan optimal.
Pemerintah kelurahan pun terus menggencarkan edukasi agar kebiasaan memilah sampah dapat menjadi budaya sehari-hari.
Dalam jangka panjang, pendekatan ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga mendukung program pengolahan sampah menjadi energi.
“Kalau dilakukan secara konsisten, ini bukan hanya menyelesaikan masalah sampah, tapi juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pengolahan sampah menjadi energi di masa depan,” tambah Yasir.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari pemerintah, tokoh lingkungan, komunitas, hingga pelaku usaha seperti pasar, restoran, dan industri—untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Dengan kolaborasi yang kuat dan kesadaran bersama, Cakung Barat diharapkan mampu menjadi contoh wilayah yang berhasil mengelola sampah secara efektif, sekaligus berkontribusi pada target nasional dalam pengurangan dan penanganan sampah.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Muhamad Alviyan