• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    ‎Kapolda Riau Salurkan 20 Mesin Ketinting di Kepulauan Meranti, Dorong Produktivitas Nelayan dan Ekonomi Pesisir‎

    01/04/26, 16:11 WIB Last Updated 2026-04-01T09:11:57Z

    Foto: Kapolda Riau, Herry Heryawan, menyerahkan bantuan 20 unit mesin ketinting kepada nelayan Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Selasa (31/3/2026)(Dok-Istimewa)


    JAGUARNEWS77.com  // Kepulauan Meranti — Upaya mendorong penguatan ekonomi masyarakat pesisir kembali ditunjukkan jajaran Kepolisian melalui langkah konkret di wilayah Kepulauan Meranti.

    Kapolda Riau, Herry Heryawan, menyerahkan bantuan 20 unit mesin ketinting kepada nelayan Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Selasa (31/3/2026).

    Bantuan yang diserahkan di Aula Tantya Sudhirajati Polres Kepulauan Meranti tersebut terdiri dari 10 unit mesin merek Motoya dan 10 unit Pro-Quip.

    Sebanyak 20 nelayan menjadi penerima langsung bantuan yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas operasional mereka dalam melaut.

    Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan bahwa peran Polri tidak semata berada pada aspek penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga menyentuh dimensi kesejahteraan masyarakat.

    “Polri tidak hanya bertugas menjaga kamtibmas, tetapi juga hadir sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat.

    Karena itu, kami harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat,” ujar Herry.


    Ia menilai masyarakat pesisir memiliki potensi ekonomi yang besar, namun selama ini masih dihadapkan pada keterbatasan sarana dan akses pendukung.

    Bantuan mesin ketinting ini, menurutnya, merupakan salah satu bentuk intervensi langsung untuk mengatasi hambatan tersebut.

    “Bantuan ini diharapkan menjadi pengungkit produktivitas nelayan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

    Kita ingin masyarakat pesisir semakin mandiri dan mampu memanfaatkan potensi yang ada secara optimal,” tambahnya.

    Lebih jauh, Kapolda menekankan bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya bertumpu pada program pemerintah, tetapi juga pada semangat kolaborasi dan kepedulian sosial lintas sektor.

    “Dengan kebersamaan dan semangat human solidarity, kita bisa membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun kesejahteraan sosial,” ujarnya.

    Sebagai bagian dari pendekatan pembangunan berkelanjutan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penanaman delapan bibit pohon jambu madu dan mangga secara simbolis. 

    Langkah ini merupakan implementasi konsep Green Policing yang diusung Polda Riau, yakni mendorong keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

    Dari sisi pemerintah daerah, apresiasi disampaikan oleh Camat Rangsang Barat, Jefri. Ia menilai bantuan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat nelayan setempat.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan.

    Ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan aktivitas dan produktivitas nelayan, yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

    Menurutnya, kehadiran langsung Kapolda beserta jajaran tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga memperkuat rasa kehadiran negara di tengah masyarakat pesisir yang selama ini membutuhkan perhatian lebih.

    Pandangan serupa disampaikan Kapolres Kepulauan Meranti, Aldi Alfa Faroqi, yang menilai program tersebut sebagai langkah strategis dengan dampak jangka panjang.

    Ia menyebut bantuan mesin ketinting ini tepat sasaran karena menyentuh kebutuhan utama nelayan, yakni peningkatan sarana produksi yang berdampak langsung terhadap hasil tangkapan dan pendapatan.

    “Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas nelayan, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal.

    Selain itu, kehadiran Bapak Kapolda memberikan dampak positif terhadap kepercayaan masyarakat kepada Polri, yang terlihat dari antusiasme masyarakat serta situasi kegiatan yang berlangsung aman dan kondusif,” kata Aldi.

    Ia menambahkan, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan unsur Forkopimda menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus memastikan setiap program pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.

    Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai bahwa langkah bantuan alat produksi seperti mesin ketinting perlu diikuti dengan pendampingan berkelanjutan, termasuk akses permodalan, pelatihan teknis, hingga jaminan distribusi hasil tangkapan.

    Tanpa dukungan tersebut, peningkatan produktivitas dikhawatirkan belum sepenuhnya optimal dalam jangka panjang.

    Meski demikian, inisiatif ini tetap dipandang sebagai langkah awal yang positif dalam memperkuat ekonomi pesisir, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri.

    Dengan pendekatan yang menggabungkan aspek keamanan, kesejahteraan, dan lingkungan, Polda Riau berupaya menunjukkan bahwa peran institusi kepolisian dapat bertransformasi menjadi lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

    Program ini sekaligus menjadi refleksi bahwa pembangunan ekonomi berbasis komunitas, terutama di wilayah pesisir seperti Kepulauan Meranti, membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.


    ‎Reporter: Muhamad Alviyan


    ‎Editor: Muhamad Alviyan


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini