• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    ‎Polres Jakpus Gagalkan Peredaran Narkoba Rp25,9 Miliar, Ribuan Jiwa Terselamatkan‎‎

    20/03/26, 19:25 WIB Last Updated 2026-03-20T12:25:34Z

    Foto: barang bukti berupa sabu seberat 26,7 kilogram serta 900 cartridge rokok elektrik dan sebanyak 35.143 butir obat berbahaya (Dok-Istimewa)

    ‎JAGUARNEWS77.com // Jakarta Pusat – Menjelang akhir bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Polres Metro Jakarta Pusat berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis sabu seberat 26,7 kilogram dari jaringan lintas daerah Medan–Jakarta.

    ‎
    Pengungkapan ini menegaskan komitmen aparat kepolisian dalam memberantas peredaran gelap narkotika yang terus berupaya memanfaatkan berbagai celah situasi.
    ‎


    Kapolres Metro Jakarta Pusat, Reynold EP Hutagalung, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus dilakukan pada Minggu, 15 Maret 2026, di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor.
    ‎
    Operasi ini merupakan hasil pengembangan penyelidikan Satuan Reserse Narkoba terhadap jaringan peredaran narkotika antarprovinsi.
    ‎
    Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang tersangka berinisial K yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan Medan–Jakarta.
    ‎
    “Pelaku memanfaatkan momentum saat aparat tengah fokus pada pengamanan arus mudik dalam rangka Operasi Ketupat Jaya 2026.
    ‎
    Hal ini menunjukkan bahwa kejahatan narkotika terus beradaptasi dengan situasi,” ujar Reynold, Jumat (20/3/2026).
    ‎
    Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa sabu seberat 26,7 kilogram serta 900 cartridge rokok elektrik yang diduga mengandung zat berbahaya jenis etomidate.
    ‎
    Selain itu, diamankan pula satu unit kendaraan, telepon genggam, serta sejumlah barang bukti pendukung lainnya.
    ‎
    Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat, Wisnu S. Kuncoro, mengungkapkan bahwa pelaku menggunakan modus penyembunyian narkotika di dalam ban kendaraan yang diangkut menggunakan mobil towing.
    ‎
    “Kendaraan yang digunakan adalah Mitsubishi Pajero dengan pelat nomor tidak resmi atau pelat tempel.
    ‎
    Barang bukti disembunyikan di dalam dua ban, satu di bagian atas kendaraan dan satu lagi sebagai ban serep di bawah,” jelasnya.
    ‎
    Hasil pendalaman menunjukkan bahwa tersangka merupakan residivis kasus narkotika dan diduga telah beberapa kali melakukan pengiriman barang haram tersebut.
    ‎
    Total nilai barang bukti diperkirakan mencapai Rp25,9 miliar, dengan potensi penyelamatan sekitar 25.900 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
    ‎
    Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 119 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
    ‎
    Ancaman hukumannya meliputi pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara minimal 6 tahun hingga maksimal 20 tahun, serta denda hingga Rp10 miliar.
    ‎
    Tidak hanya itu, dalam periode yang sama, Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat juga mengungkap 14 kasus peredaran obat keras daftar G di sejumlah wilayah rawan.
    ‎
    Dari operasi tersebut, diamankan 14 tersangka dengan barang bukti sebanyak 35.143 butir obat berbahaya yang diedarkan secara ilegal di kawasan Tanah Abang, Sawah Besar, Kemayoran, Cempaka Putih, dan Johar Baru.
    ‎
    Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat pengawasan dan penindakan secara menyeluruh, baik melalui langkah preventif maupun represif, guna menekan peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
    ‎
    “Kami tidak akan lengah. Setiap celah peredaran akan kami tutup demi melindungi masyarakat dari bahaya narkotika,” tegasnya.
    ‎
    Pihak kepolisian juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pemberantasan narkotika dengan segera melaporkan aktivitas mencurigakan melalui layanan Kepolisian 110 atau mendatangi kantor polisi terdekat.
    ‎
    “Peran serta masyarakat sangat penting dalam memutus rantai peredaran narkotika,” pungkasnya.
    ‎
    ‎
    ‎Reporter: Muhamad Alviyan
    ‎
    ‎
    ‎Editor: Muhamad Alviyan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini