• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    Sorong Catat Ekspor Perdana 2026, Dua Perusahaan Perikanan Papua Tembus Pasar Tiongkok dan Hong Kong

    25/02/26, 11:45 WIB Last Updated 2026-02-25T04:45:52Z


    Foto: Dua Perusahaan Perikanan Papua Tembus Pasar Tiongkok dan Hong Kong (Dok-Istimewa)


    ‎JAGUARNEWS77.com // Sorong, Papua Barat Daya – Dua perusahaan perikanan asal Papua Barat Daya berhasil merealisasikan ekspor perdana komoditas unggulan ke pasar internasional pada Februari 2026.

    Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi penguatan sektor kelautan dan perikanan Papua dalam memperluas penetrasi pasar global sekaligus meningkatkan kontribusi devisa daerah.

    ‎Perusahaan pertama, PT Indoprima Utama Mina, melakukan pengiriman pada 21 Februari 2026 dengan mengekspor 26 ton ikan tenggiri beku ke Tiongkok.

    Dari transaksi tersebut, perusahaan mencatatkan nilai devisa sebesar USD46.500 atau sekitar Rp700 juta.

    Ikan tenggiri dikenal sebagai salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomis tinggi karena permintaannya stabil di pasar internasional, terutama untuk kebutuhan industri pengolahan dan konsumsi rumah tangga.

    Dua hari berselang, tepatnya pada 23 Februari 2026, CV Putra Raja Bahari menyusul dengan ekspor perdana kerapu hidup sebanyak 1,9 ton atau 20 boks ke Hong Kong.

    Pengiriman tersebut menghasilkan devisa sebesar Rp81.877.500. Kerapu hidup merupakan komoditas premium yang memiliki pangsa pasar khusus, terutama di wilayah Asia Timur yang mengutamakan kesegaran dan kualitas produk laut.

    Keberhasilan ekspor ini tidak terlepas dari peran aktif Bea Cukai Sorong dalam memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha.

    Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Sorong, Anggra Noviansyah, Rabu (25/2/2026), menegaskan bahwa institusinya tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga berperan sebagai fasilitator perdagangan.

    Menurut Anggra, pendampingan dilakukan secara intensif, mulai dari pemahaman regulasi kepabeanan, kelengkapan dokumen ekspor, hingga kesiapan administrasi dan standar mutu produk.

    Langkah tersebut dinilai penting agar pelaku usaha lokal mampu memenuhi persyaratan negara tujuan dan bersaing secara profesional di pasar global.

    “Potensi perikanan Papua sangat besar. Dengan kepatuhan terhadap regulasi serta kesiapan administrasi yang baik, peluang untuk memperluas pasar ekspor terbuka lebar,” ujarnya.

    Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan asistensi guna memastikan keberlanjutan ekspor dan peningkatan volume pengiriman di masa mendatang.

    Dukungan tersebut diharapkan dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah, mulai dari peningkatan produksi nelayan hingga terbukanya lapangan kerja baru.

    Di sisi lain, capaian ini juga menjadi sinyal positif bahwa pelaku usaha lokal Papua mulai mampu menembus pasar internasional secara mandiri.

    Namun, tantangan tetap ada, seperti menjaga konsistensi kualitas, memastikan keberlanjutan pasokan, serta memenuhi standar ketat negara tujuan.

    Momentum ekspor perdana ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi pelaku usaha lainnya di Papua Barat Daya untuk memanfaatkan peluang pasar global, khususnya di sektor perikanan yang memiliki prospek cerah dan daya saing tinggi.

    Dengan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, Papua berpeluang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kelautan di kawasan timur Indonesia.

    ‎Reporter: Muhamad Alviyan


    ‎Editor: Muhamad Alviyan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini