• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    Ramadan Penuh Makna di Ponpes Salafiyah Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah, Silaturahmi dan Buka Bersama Hangatkan Santri

    22/02/26, 17:47 WIB Last Updated 2026-02-22T10:47:53Z


    Foto: Suasana kebersamaan dan kesederhanaan mewarnai kegiatan para santri di Pondok Pesantren Salafiyah Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah, Kampung Pasir Akmad, Desa Muara II, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada Minggu (22/2/2026). (Dok- Pribadi)


    ‎JAGUARNEWS77.com // LEBAK, BANTEN – Suasana senja menyelimuti Pondok Pesantren Salafiyah Tarbiyatul Falah Al-Malikiyyah di Kampung Pasir Akmad, Desa Muara 2, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Minggu (22/2/2026).

    ‎
    Menjelang azan Magrib, para santri memanfaatkan waktu menunggu berbuka puasa dengan mengaji Al-Qur’an dan kitab di halaman asrama putri.
    ‎
    Dengan karpet sederhana yang digelar di tanah terbuka, para santri duduk berbaris rapi sambil memegang kitab masing-masing.
    ‎
    Hingga saat ini, pesantren tersebut belum memiliki masjid atau majelis luas yang dapat menampung seluruh santri dalam satu ruangan.
    ‎
    Meski demikian, keterbatasan sarana tidak mengurangi kekhusyukan dan kedisiplinan mereka dalam menimba ilmu.
    ‎
    Kehangatan suasana Ramadan semakin terasa saat pengurus Pokja PWI Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Jakarta Timur hadir untuk bersilaturahmi sekaligus melaksanakan buka puasa bersama para santri.
    ‎
    Kehadiran rombongan disambut penuh rasa syukur oleh keluarga besar pesantren.
    ‎
    Pimpinan pondok, KH Zamzam atau yang akrab disapa Abi Zam Zam, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan.
    ‎
    “Kami sangat bersyukur atas kedatangan dan kepedulian dari pengurus Pokja PWI. Ini menjadi penyemangat bagi anak-anak santri kami untuk terus belajar meski dalam keterbatasan,” ujarnya.
    ‎
    Ia juga berharap ke depan pesantren dapat memiliki majelis yang lebih luas dan representatif agar seluruh santri dapat mengikuti pengajian dalam satu tempat yang layak dan nyaman.
    ‎
    Sementara itu, Umi Lela menuturkan bahwa momen kebersamaan di bulan Ramadan memiliki arti tersendiri bagi para santri.
    ‎
    “Anak-anak sangat bahagia bisa berbuka bersama. Bukan hanya makanannya, tetapi perhatian dan kebersamaan itulah yang membuat mereka merasa diperhatikan,” katanya.
    ‎
    Menjelang berbuka, takjil berupa bubur kacang hijau dibagikan kepada para santri. Senyum sumringah tampak menghiasi wajah mereka saat menerima hidangan sederhana tersebut.
    ‎
    Kegiatan ini menjadi potret kehidupan pesantren yang sarat nilai kebersamaan, gotong royong, dan ketekunan belajar.
    ‎
    Di tengah keterbatasan fasilitas, semangat menuntut ilmu tetap terjaga, sekaligus menunjukkan pentingnya dukungan berbagai pihak dalam pengembangan sarana pendidikan keagamaan di daerah.
    ‎
    ‎
    ‎Reporter: Muhamad Alviyan
    ‎
    ‎
    ‎Editor: Muhamad Alviyan





    Komentar

    Tampilkan

    Terkini