• Jelajahi

    Copyright © JAGUARNEWS77.COM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    OA PHIGMA paralegal

    Total Tayangan Halaman

    More Post

    Prabowo Ingatkan Standar Hunian Pascabencana: Harus Nyaman dan Manusiawi

    03/01/26, 15:27 WIB Last Updated 2026-01-03T08:28:14Z

    Foto: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti kualitas hunian sementara bagi korban banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Media Faktualitas.id


    ‎JAGUARNEWS77.com //Aceh Tamiang — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti kualitas hunian sementara bagi korban banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.


    ‎Ia menilai penggunaan atap seng pada rumah bantuan menyebabkan suhu hunian menjadi panas dan kurang layak ditempati oleh warga terdampak bencana.

    ‎Sorotan tersebut disampaikan Prabowo saat melakukan kunjungan kerja ke Aceh Tamiang pada 1 Januari 2026.

    ‎Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa pembangunan hunian pascabencana tidak boleh semata-mata mengutamakan kecepatan, tetapi juga harus memperhatikan aspek kenyamanan, kesehatan, dan nilai kemanusiaan.

    ‎“Hunian untuk rakyat harus dipikirkan dengan matang.

    ‎Jangan sampai korban bencana justru menambah penderitaan karena rumahnya panas dan tidak nyaman,” tegas Prabowo di hadapan jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait.

    ‎Menurut Prabowo, pemilihan material bangunan harus disesuaikan dengan kondisi iklim dan lingkungan setempat.

    ‎Ia menekankan bahwa standar hunian bagi korban bencana perlu dievaluasi agar tidak sekadar bersifat sementara, namun tetap layak huni dan manusiawi.

    ‎Banjir dan longsor yang melanda Aceh Tamiang beberapa waktu lalu mengakibatkan kerusakan ratusan rumah warga serta memaksa banyak keluarga mengungsi.

    ‎Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah saat ini didorong untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain dan kualitas hunian bantuan yang telah dibangun.

    ‎Sorotan Presiden Prabowo tersebut menjadi pengingat penting bahwa penanganan pascabencana harus dilakukan secara berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan korban.

    ‎Penyaluran bantuan, termasuk pembangunan hunian, dinilai tidak boleh berhenti pada pemenuhan kebutuhan darurat semata, tetapi harus mampu memulihkan kehidupan warga secara bermartabat.

    ‎Reporter: Wahyu Permana

    ‎Editor: Muhamad Alviyan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini