JAGUARNEWS77.com // Jakarta — Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Senin (12/1/2026) dini hari menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, hingga pagi hari sedikitnya enam rukun tetangga (RT) dan empat ruas jalan terdampak genangan, dengan wilayah terparah berada di Jakarta Selatan.
Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyatakan banjir dipicu oleh tingginya intensitas hujan sejak dini hari yang tidak diimbangi kapasitas drainase di sejumlah titik.
“BPBD mencatat saat ini terdapat enam RT dan empat ruas jalan yang tergenang. Situasi masih dalam penanganan,” ujar Isnawa, Senin pagi.
Di Jakarta Selatan, genangan terjadi di Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, dengan satu RT terendam air setinggi sekitar 40 sentimeter.
Sementara itu, Pasar Minggu menjadi wilayah dengan jumlah RT terdampak terbanyak, yakni tiga RT, dengan ketinggian air bervariasi antara 40 hingga 90 sentimeter di titik terendah.
Selain itu, banjir juga merendam dua RT di Kelurahan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter. Meski mengganggu aktivitas warga, hingga saat ini belum dilaporkan adanya pengungsian.
Tak hanya kawasan permukiman, BPBD juga mencatat empat ruas jalan di Jakarta Utara tergenang air, yakni:
Jalan Anggrek, Kelurahan Rawa Badak Utara
Jalan Walang Baru VII A, Kelurahan Tugu Utara
Jalan Rorotan 10, Kelurahan Rorotan
Jalan Taman Stasiun, Kelurahan Tanjung Priok
Genangan tersebut menyebabkan arus lalu lintas melambat dan pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan.
Di luar laporan resmi BPBD, kondisi banjir juga ramai beredar melalui video yang tersebar di berbagai grup pesan singkat WhatsApp.
Salah satunya memperlihatkan genangan air di kawasan Sunter, Jakarta Utara, yang dilaporkan merendam lingkungan tempat tinggal Erfan Pratama, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) PWI Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Genangan di wilayah tersebut disebut akibat hujan deras yang turun tanpa jeda sejak dini hari.
Namun, kondisi berbeda terjadi di wilayah Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur. Sekretaris Pokja PWI Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Fahmy Nurdin, menyatakan lingkungan tempat tinggalnya relatif aman dari banjir, meski berada tidak jauh dari aliran Kali Ciliwung.
“Alhamdulillah di wilayah kami aman, tidak banjir,” ujarnya.
Fahmy menilai kondisi tersebut tidak lepas dari penataan sungai dan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir yang dilakukan pada masa kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat menjabat Wakil Gubernur dan Gubernur DKI Jakarta.
“Dulu kawasan Kebon Sayur sering banjir. Setelah ada pelebaran sungai, tanggul, dan sodetan, sekarang jauh lebih aman meski cuaca ekstrem,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bendahara Pokja PWI Kejaksaan dan PN Jakarta Timur, Ervinna, melaporkan kondisi banjir di sejumlah wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur melalui pesan di grup zona timur. Ia mengimbau agar sementara waktu tidak berkumpul di kantor kejaksaan karena beberapa akses jalan masih tergenang.
“Kalau bisa jangan kumpul dulu di kejaksaan. Jalan rumahku banjir, hujan dari kemarin deras terus. Di Kelapa Gading, hujan sedikit saja banjir, sekarang air sudah di atas mata kaki,” tulisnya.
Menanggapi situasi tersebut, Erfan Pratama mengimbau rekan-rekannya untuk tetap waspada namun tidak panik menghadapi kondisi alam.
“Insyaallah enggak ya. Positif thinking saja, kita serahkan pada yang mengatur alam,” ujarnya.
BPBD DKI Jakarta menegaskan terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak, termasuk pengerahan petugas penyedotan air serta pengecekan saluran drainase.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan lanjutan dan segera melapor apabila terjadi genangan atau kondisi darurat di lingkungan masing-masing.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor : Muhamad Alviyan