JAKARTA — Jaguarnews77.com//.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya menjadikan Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dengan pondasi ekosistem ekonomi syariah. Target besar juga ditetapkan: membawa Jakarta masuk dalam jajaran 50 kota dengan perekonomian terbesar di dunia pada 2030, naik dari posisi 71 saat ini.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Lokakarya dan Focus Group Discussion (FGD) Kongres Ekonomi Umat ke-II Provinsi DKI Jakarta bertema “Membangun Ekosistem Ekonomi Syariah Jakarta yang Inklusif, Kolaboratif, dan Berkelanjutan” yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Acara dibuka oleh Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH. Muhammad Faiz dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, serta menghadirkan perwakilan pemerintah, lembaga filantropi Islam, perbankan, akademisi, dan pelaku usaha syariah.
Ekonomi Syariah sebagai Pilar Jakarta 2030
Suharini Eliawati, M.Si., Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, memaparkan bahwa Jakarta memiliki investasi mencapai Rp 204,2 triliun. Dengan hadirnya UU Nomor 2 Tahun 2024, meski tidak lagi menjadi ibu kota, Jakarta tetap akan mengambil posisi strategis sebagai pusat perekonomian.
“Ekonomi syariah menjadi bagian penting dan tidak terpisahkan dari arah pembangunan Jakarta. Target 2030 tidak mungkin dicapai tanpa kolaborasi seluruh pihak,” tegas Suharini.
Ia juga memaparkan tiga skenario pertumbuhan ekonomi, termasuk skenario optimistis yang menargetkan pertumbuhan 6,08%, dengan catatan seluruh sektor termasuk ekonomi syariah bergerak aktif dan harmonis.
Mandat Halal 2026 dan Tantangan Zakat
Mursidi, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, menekankan peran ekonomi syariah dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui keadilan, pembiayaan syariah, dan penguatan rantai nilai halal.
Sementara Bukhari Muslim dari BPJPH menegaskan urgensi sertifikasi halal:
“Per 17 Oktober 2026, seluruh produk makanan dan minuman wajib sudah bersertifikat halal. Tanpa sertifikat, produk tidak boleh diperjualbelikan.”
BPJPH juga mendorong program sertifikasi halal gratis bagi UMKM melalui dukungan CSR perusahaan.
Dari sisi filantropi Islam, Kepala Baznas Bazis DKI Jakarta, Ahmad Abu Bakar MM, mengungkapkan besarnya potensi zakat di DKI Jakarta yang mencapai Rp 64 triliun per tahun, namun baru sekitar Rp 400 miliar yang berhasil dikumpulkan.
“Kami masih perlu meningkatkan kepercayaan muzaki dan memperkuat tata kelola agar potensi besar ini bisa berdampak luas,” ujarnya.
Pemberdayaan Umat Jadi Solusi Kemiskinan
Bambang Suprihadi, Pimpinan Masjid Raya Bintaro Jaya, memaparkan keberhasilan program Bank Infak yang menerapkan pembiayaan syariah qardhul hasan tanpa bunga. Program ini telah membantu 1.700 UMKM dengan dana bergulir Rp 8,5 miliar.
“Charity tidak menyelesaikan akar kemiskinan. Pemberdayaan ekonomi umat adalah jalan keluar. Kami membuktikan tingkat pembiayaan bermasalah = 0%,” jelas Bambang.
Deklarasi Ekonomi Syariah Jakarta
FGD yang melibatkan akademisi, pelaku usaha, perbankan, penggiat halal, dan asosiasi UMKM menghasilkan 7 poin Deklarasi Ekonomi Syariah Jakarta, yaitu:
- Penguatan pembiayaan syariah yang inklusif dan berkeadilan.
- Pengembangan wakaf produktif sebagai sumber ekonomi berkelanjutan.
- Optimalisasi peran masjid, pesantren, dan komunitas usaha sebagai inkubator UMKM syariah.
- Standardisasi dan sertifikasi halal sebagai fondasi daya saing UMKM.
- Percepatan transformasi digital syariah.
- Pengembangan marketplace halal.
- Penguatan kolaborasi pemerintah daerah dengan stakeholder strategis.
Ketua Panitia, Deden Edi, menutup kegiatan dengan apresiasi kepada seluruh pihak.
“Deklarasi ini adalah pijakan kuat menuju ekosistem ekonomi syariah Jakarta yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.”
Kegiatan ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan Deklarasi Ekonomi Syariah oleh seluruh pemangku kepentingan. Rekomendasi resmi Kongres Ekonomi Umat ke-II akan segera disusun dan disampaikan untuk memperkuat arah kebijakan ekonomi syariah di Jakarta.
Reporter: Januar RW.