JAGUARNEWS77.com // Jakarta -  Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag, tercatat jumlah jemaah haji yang meninggal di Tanah Suci. Kumulatif hingga hari ke-50 total jemaah meninggal mencapai 571 orang, sebelumnya pada hari ke-49 tercatat masih 530 orang.

Sementara kematian pada 2019, yaitu sebanyak 352 orang, sedangkan paling sedikit pada 2022 hanya 70 orang. Sementara empat tahun belakangan angka jemaah yang meninggal mengalami naik hingga turun.

Dimulai tahun 2015 sebanyak 552 jemaah, 2016 sebanyak 284. Adapula tahun 2017 sebanyak 520 dan 2018 sebanyak 277 jemaah Indonesia.

Jumlah jemaah haji usia lanjut (Lansia) tahun ini 66.943 orang. Ini dari total kuota regular sebesar 210.680 orang atau mencapai 31,8 persen.

Salah satu penyakit yang menjadi penyebab kematian terbanyak dari jemaah haji adalah penyakit jantung. Sementara itu, sebanyak 6.961 jemaah haji akan diberangkatkan Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

Ini akan berlangsung dari 4 hingga 18 Juli 2023. Untuk jemaah haji yang berangkat pada gelombang kedua, akan menuju Madinah terlebih dahulu mulai 10 Juli 2023.

Mereka akan berada di Madinah sekitar delapan atau sembilan hari. Proses pemulangan ini dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah, berlangsung dari 19 Juli – 2 Agustus 2023

Artikel ini telah tayang di rri.co.id dengan judul : Hari Ke-50, Jemaah Wafat Semakin Bertambah (Red)