JAGUARNEWS77.com // Jakarta - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Mei 2023 masih membukukan surplus sebesar Rp204,3 triliun. Meski demikian, angka tersebut menurun dibandingkan surplus APBN bulan April 2023 yang tercatat sebesar Rp234,7 triliun rupiah.

“APBN hingga akhir Mei 2023 masih mencatatkan surplus sebesar Rp204,3 triliun rupiah atau 0,97 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Kondisi APBN masih cukup solid dan resilien menjaga pemulihan ekonomi, di tengah risiko global yang masih tinggi,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam keterangan pers APBN Kita, Senin (26/6/2023).

Surplus APBN bulan Mei 2023, berasal dari Pendapatan Negara yang lebih besar dari Belanja Negara. Realisasi Pendapatan Negara tercatat sebesar Rp1.209,3 triliun atau 49,1 persen dari APBN.

Sedangkan realisasi Belanja Negara sebesar Rp1.005 triliun atau 32,8 persen dari APBN. Sumber pendapatan Negara terbesar dari penerimaan perpajakan sebesar Rp948,7 triliun, ditambah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp260,5 triliun. 

Penerimaan perpajakan, berasal dari penerimaan pajak sebesar Rp830,3 triliun serta penerimaan kepabeanan bea dan cukai sebesar Rp118,4 triliun. Sedangkan belanja negara yang terdiri dari belanja pemerintah pusat, hingga Mei 2023 mencapai Rp714,6 triliun (31,8 persen) dari PDB. 

Sedangkan Transfer ke Daerah realisasinya sebesar Rp290,3 triliun (35,6) persen dari PDB. Menteri Keuangan menambahkan, kondisi global masih menjadi tantangan bagi perekonomian mau kinerja APBN Indonesia di tahun ini. 

Ketidapastian global kembali meningkat akibat tensi geopolitik, volatilitas sektor keuangan. Berikutnya inflasi dan suku bunga yang masih tinggi, serta indeks manufaktur global yang masih terkontraksi. 

Artikel ini telah tayang di rri.co.id dengan judul : Hingga Mei 2023, APBN Surplus Rp 204,3 Triliun (Red)