• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel



    Buat Murka Warga Muslim, India Buka Suara Soal Komentar Islam

    07/06/22, 08:24 WIB Last Updated 2022-06-07T01:26:01Z
    An Indian Muslim girl ties an Indian flag as she participates in a protest against a new citizenship law that opponents say threatens India's secular identity, in Mumbai, India, Tuesday, Jan. 28, 2020. The new citizenship law and a proposed National Register of Citizens have brought thousands of protesters out in the streets in many cities and towns since Parliament approved the measure on Dec. 11. (AP Photo/Rafiq Maqbool)
    Foto: Demo India Citizenship (AP Photo/Rafiq Maqbool)


    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - Pemerintah India kini berusaha menenangkan kemarahan dan kecaman dari dalam dan luar negeri setelah dua pejabat Partai Bharatiya Janata (BJP) membuat pernyataan yang mengolok-olok Al-Quran dan Nabi Muhammad.


    Kementerian Luar Negeri India mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa cuitan dan komentar ofensif itu tidak mencerminkan pandangan pemerintah.


    "Tindakan keras telah diambil terhadap orang-orang ini oleh badan-badan terkait... Sangat disesalkan bahwa Sekretariat OKI sekali lagi memilih untuk membuat komentar yang memotivasi, menyesatkan, dan nakal," kata Arindam Bagchi, juru bicara pemerintah, dikutip dari Reuters, Senin (6/6/2022).


    Otoritas sendiri telah menangkap 38 orang karena kerusuhan akibat protes di kota utara. Diketahui, protes direncanakan terhadap pernyataan anti-Muslim di kota Mumbai pada Senin (6/6/2022).


    Penangkapan di kota Kanpur adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memadamkan ketegangan yang menimbulkan kemarahan luas di kalangan Muslim di India dan luar negeri.


    Sementara itu, beberapa pejabat tinggi India harus berhadap secara diplomatik dengan negara seperti Qatar, Arab Saudi, Oman, Uni Emirat Arab (UEA), Afghanistan, Pakistan, dan Iran, di mana mereka menuntut permintaan maaf dari pemerintah India karena mengizinkan pernyataan menghina tersebut.


    Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri India mengatakan selama akhir pekan, diplomat India yang ditempatkan di wilayah Teluk dipanggil oleh pejabat di negara-negara tersebut untuk memprotes komentar pejabat BJP.


    "Penghinaan ini datang dalam konteks meningkatnya intensitas kebencian dan penghinaan terhadap Islam di India dan pelecehan sistematis terhadap Muslim," kata Organisasi Kerjasama Islam (OKI), dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters.


    OKI yang beranggotakan 57 orang itu mengutip keputusan terbaru India untuk melarang penggunaan jilbab di lembaga pendidikan di beberapa negara bagian dan penghancuran properti Muslim. Ini dikatakannya sebagai bias pemerintah India.


    Angkatan Bersenjata Pakistan dalam sebuah cuitan bahkan mengutuk keras pernyataan "penghujatan" oleh para pejabat India.


    "Tindakan keterlaluan itu sangat menyakitkan dan jelas menunjukkan tingkat kebencian yang ekstrem terhadap Muslim dan agama lain di India," katanya.


    Saksikan video di bawah ini:

    Pertama Sejak 2015, India Bakal Impor Batu Bara



    Sumber : cnbc indonesia (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini