• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Situasi China Makin Memburuk, Lampu Kuning Buat RI

    18/05/22, 12:35 WIB Last Updated 2022-05-18T05:37:34Z
    Kenaikan kasus Covid-19 di ibu kota China, Beijing, mendorong kekhawatiran akan penguncian (lockdown) yang ketat. Hal ini memicu panic buying di kalangan warga. (AP/Andy Wong)
    Foto: Kenaikan kasus Covid-19 di ibu kota China, Beijing, mendorong kekhawatiran akan penguncian (lockdown) yang ketat. Hal ini memicu panic buying di kalangan warga. (AP/Andy Wong)


    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - Situasi China semakin memburuk. Serangan covid-19 yang memaksa pemerintah memberlakukan penguncian alias lockdown membuat perekonomian semakin melambat. Indonesia pas juga kena dampaknya.


    Ekonom Bank BCA David Sumual menyatakan, imbas memburuknya kondisi China akan terlihat pada harga barang di Indonesia. Apalagi Indonesia masih bergantung pada impor barang jadi atau konsumsi dan setengah jadi dari China.


    "Kita tahu banyak bahan setengah jadi dan konsumsi asalnya dari China," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (18/5/2022).

    Barang konsumsi yang patut diperhatikan adalah pangan. Harga pangan melambung tinggi sejak beberapa bulan terakhir sehingga mendorong kenaikan inflasi. Terutama akibat terhentinya pasokan pasca perang Rusia dan Ukraina.


    "Kira harus antisipasi pangan. Banyak negara me-secure menjaga ketersediaan bahan pangan, salah satunya India, yang stop eskpor gandum setelah Rusia, Ukraina dan Australia," jelasnya.


    Inflasi April 2022 tercatat sebesar 0,95% (mtm) atau 3,47% (yoy). Komponen harga bergejolak (volatile food/VF) menjadi penyumbang utama inflasi April dengan andil 0,39% dan mengalami inflasi sebesar 2,30% (mtm) didorong oleh peningkatan harga al. minyak goreng, daging ayam ras, dan telur ayam ras.


    Komponen inflasi harga diatur Pemerintah (administered prices/AP) mengalami inflasi sebesar 1,83% (mtm), 4,83% (yoy) disebabkan adanya kenaikan bensin jenis pertamax dan tarif angkutan udara. Sementara itu, inflasi inti tercatat sebesar 0,36% (mtm) atau 2,60% (yoy).


    David memperkirakan inflasi tahun ini akan mencapai 4,2% atau lebih tinggi dari asumsi pemerintah dan Bank Indonesia (BI). Belum termasuk adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG serta tarif listrik.


    "Kalau semua sekaligus naik, parah," tegas David.


    Artikel ini telah tayang di cnbc indonesia (Red)


                      Telpon/Wa : 0813-9847-7540
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini