• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Jawaban Tegas Ketua MK soal Desakan Mundur Usai Nikahi Adik Jokowi

    28/03/22, 16:07 WIB Last Updated 2022-03-28T09:07:27Z
    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman didesak untuk mundur dari jabatannya karena menikahi adik kandung Presiden Joko Widodo, Idayati yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Anwar Usman dengan tegas menolak mundur dari jabatan Ketua MK jika alasannya karena pernikahan itu.


    Dilansir detikJateng, rencana pernikahan Anwar dan Idayati ini diungkap oleh putra Jokowi, Gibran Rakabuming. Wali Kota Solo itu menyebut lamaran Anwar dan Idayati telah dilakukan pada Sabtu (12/3) saat Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja di Solo.


    "Iya (tanggal 12 Maret sudah lamaran)," kata Gibran saat ditemui di Balai Kota Solo, Senin (21/3/2022).


    Berdasarkan informasi, lamaran resmi Anwar Usman telah diterima keluarga yang diwakili Jokowi sebagai kakak laki-laki dari Idayati pada 12 Maret lalu. Sedangkan resepsi pernikahannya akan dilangsungkan pada 26 Mei mendatang di Solo dan dilanjutkan di kediaman Anwar Usman di Sumbawa pada 28 Mei.


    Kendati demikian, Gibran tidak menghadiri langsung acara lamaran tersebut. Dia mengaku saat itu masih menjalani isolasi mandiri karena terpapar COVID-19 sekaligus demam berdarah.


    "Itu kan saya masih lemas," ujarnya.


    Ketua MK Didesak Mundur


    Rencana pernikahan Anwar Usman dan Idayati menuai reaksi dari publik. Sejumlah pihak menilai Anwar Usman harus mundur dari jabatannya jika hendak menikahi adik Jokowi itu.


    Kepala Pusat Studi Hukum Universitas Islam Indonesia (PSH UII) Anang Zubaidy menilai pernikahan keduanya berpotensi menimbulkan konflik kepentingan di tubuh MK.


    Anang menjelaskan pernikahan memang sejatinya adalah hak privat seseorang. Namun, kata Anang, karena hal itu berkaitan dengan posisi Anwar sebagai hakim konstitusi, pernikahan atau hubungan kekerabatan akan berpotensi mengganggu independensi MK secara umum atau mungkin khususnya pada Anwar Usman itu sendiri.


    Sebab, secara konstitusi, kata Anang, MK mempunyai kewenangan untuk menguji undang-undang, sehingga hubungan kekerabatan ini dikhawatirkan menggerus independensi MK.


    "Hanya saja begini, berkaitan dengan posisi Ketua MK, yang dia secara konstitusional punya kewenangan untuk menguji undang-undang, di mana undang-undang itu adalah produk bersamanya, meskipun kekuasaan pembentukan undang-undang ada pada DPR, tapi kan dia produk pembahasan bersama DPR dengan pemerintah, dalam hal ini kekuasaan tertinggi adalah presiden. Maka potensial pernikahan ini atau hubungan kekerabatan ini akan mengganggu independensi MK secara umum atau mungkin khususnya pada Pak Usman," kata Anang saat seperti dikutip dari detikJateng, Selasa (22/3).


    Anwar Usman Tegas Menolak Mundur dari Jabatan Ketua MK karena Pernikahan Itu


    Anwar Usman menepis rencana pernikahannya dengan adik Jokowi, Idayati, dikaitkan dengan politik. Anwar Usman menolak tegas mundur dari jabatannya karena pernikahan itu.


    Hal itu diungkapkan Anwar melalui video dilansir channel MK yang dikutip detikcom, Minggu (27/3/2022).


    "Saya baru merencanakan untuk melanjutkan sisa kehidupan setelah ditinggal almarhumah istri saya. Begitu juga calon yang akan saya nikahi, ditinggal oleh suami tercintanya. Heboh di mana-mana. Siapa pun orangnya," kata Anwar Usman.


    "Padahal menikah melaksanakan perintah agama. Coba buka surat An-Nisa ayat 3," tegas Anwar.


    Anwar Usman menyadari ada yang memintanya mundur sebagai Ketua MK setelah menikahi Idayati nantinya. Anwar Usman menyebut setiap makhluk memiliki hak multak dari Allah SWT untuk menikah dengan siapa pun.


    "Luar biasa saya, ada desakan mundur. Siapa pun orangnya. Itu hak mutlak Allah, si A menikah dengan si B. Saya dengan siapa pun, tidak bisa dilarang oleh siapa pun, salah satu hak mutlak Allah SWT. Lalu ketika melaksanakan perintah Allah SWT, menjauhi larangan Allah SWT, ada orang-orang tertentu yang meminta mengundurkan diri dari sebuah jabatan. Apakah saya harus mengingkari keputusan Allah SWT?" kata Anwar Usman tegas.


    Di mata Anwar, pernikahan sejatinya dilindungi oleh UUD 1945. Karena pernikahan itu, kata Anwar Usman, adalah hak asasi yang tidak bisa diganggu gugat.


    "Apakah karena saya menikahi seseorang tertentu, lalu integritas saya sebagai seorang hakim konstitusi apa sebagai seorang Ketua MK akan berubah? Sampai dunia kiamat, Anwar Usman akan tetap tatap kepada perintah Allah SWT," ucap Anwar Usman.


    Anwar Usman menyatakan ada 9 hakim konstitusi dan semuanya setara. Ketua MK tidak memiliki hak yang lebih tinggi dari 8 hakim MK yang lain sehingga publik diharap tidak terpengaruh dengan posisi dia nantinya. Apalagi Anwar Usman berasal dari unsur Mahkamah Agung (MA), bukan dari Presiden dan DPR.


    "Saya sudah menjadi hakim sejak 1985, saya tidak pernah takut kepada siapa pun, kecuali kepada Allah SWT. Dan saya hanya tunduk kepada konstitusi, kepada UUD dan segala macam peraturannya. Alhamdulillah, karena saya istikamah, saya masih berdiri di sini," tegas Anwar.


    "Saya harus hadir saat menjadi trending atau menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Tetapi sekali lagi, apa pun yang terungkap d media sosial, saya tegaskan, saya hanya takut kepada Allah SWT dan konstitusi," ujar Anwar Usman.


    Anwar Usman mengaku sangat kaget pernikahannya dikaitkan dengan politik.


    "Ada yang dikait-kaitkan dengan politik, na'udzubilillah, tidak. Ada yang menunggu jawaban saya mundur. Lo? Gimana? Memaksa saya? Apakah saya harus melawan keputusan Allah? (Menggelengkan kepala) Mengingkari konstitusi? UU? Nggak. Hati saya lembut, selembut salju. Tapi sekalinya bicara, saya mengatakan A, selangkah pun saya tidak akan mundur," kata Anwar Usman.


    Artikel ini telah tayang didetiknews, dengan judul : "Jawaban Tegas Ketua MK soal Desakan Mundur Usai Nikahi Adik Jokowi" (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini