• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Dokter Terawan Diberhentikan Dari IDI - Apa Itu Terapi Cuci Otak? Praktik yang Jadi Sebab Terawan Dipecat IDI, Deteksi Masalah Aliran Darah

    30/03/22, 08:26 WIB Last Updated 2022-03-30T01:26:40Z
    Apa Itu Terapi Cuci Otak? Praktik yang Jadi Sebab Terawan Dipecat IDI, Deteksi Masalah Aliran Darah
    Kolase foto Tribunnews
    Kolase dr Terawan Agus Putranto, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) 


    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - Eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dipecat oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).


    Tepatnya saat Muktamar Pengurus Besar IDI yang dilaksanakan di Banda Aceh, Jumat (25/03/2022) lalu, Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI resmi mencoret nama dr Terawan.


    Hal ini pun sontak menimbulkan pro dan kontra dari berbagai pihak, hingga potensi berbuntut panjang.


    Pemecatan dr Terawan ini tentu bukan tanpa alasan.

    Berdasarkan surat edaran berkop surat Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Pusat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang diterima Tribunnews.com, berisi tentang Penyampaian Hasil Keputusan MKEK Tentang Dr. Terawan AGus Putranto, Sp. Rad.


    Surat itu bertuliskan Jakarta, 8 Februari 2022 bernomor 0280/PB/MKEK/02/2022, ditujukan kepada Ketua Umum PB IDI berisi mengenai hasil keputusan MKEK setelah Rapat Pleno MKEK Pusat IDI pada 8 Februari 2022.


    Adapun rapat itu mempertimbangkan Rapat Koordinasi MKEK Pusat IDI bersama MKEK IDI Wilayah dan Dewan Etik Perhimpunan pada 29-30 Januari 2022, khususnya pada sesi Dr Terawan, diberitakan Tribunnews sebelumnya.


    Dr Terawan Agus Putranto, eks Menteri Kesehatan yang kini dipecat dari IDI
    Dr Terawan Agus Putranto, eks Menteri Kesehatan yang kini dipecat dari IDI (kolase tribunnews)

    Di poin kedua, MKEK Pusat IDI meminta kepada Ketua PB IDI segera melakukan penegakan keputusan MKEK berupa pemecatan tetap sebagai anggota IDI.


    Tertulis di dalamnya, hal itu dikarenakan Dr. Terawan dinilai melakukan pelanggaran etik berat (serious ethical misconduct).


    Serta tidak melakukan itikad baik sepanjang 2018-2022


    Sebab Pemecatan


    Penyebabnya termasuk menyoal praktik ‘cuci otak’ yang dilakukan Terawan.


    MKEK menganggap Terawan tidak mempunyai itikad baik setelah diberikan sanksi terkait metode cuci otak pada 2018 lalu.


    Ketua MKEK menyebutkan Terawan belum memberikan bukti telah menjalani sanksi etik selama periode 2018-2022.


    Alasan kedua Terawan dipecat, adalah karena ia aktif mempromosikan Vaksin Nusantara secara luas, walaupun penelitiannya belum selesai.


    Dalam beberapa kesempatan Terawan gencar mempromosikan vaksin tersebut, bahkan setelah ia tidak lagi menjabat sebagai Menteri Kesehatan, dirangkum dari Kompas.com.


    Manuver Terawan membentuk perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Klinik Indonesia (PDSRKI) juga menjadi salah satu alasan Terawan dipecat.


    MKEK menganggap aktivitas tersebut tidak sesuai prosedur.


    MKEK bahkan menyebut menemukan surat edaran PDSRKI yang menginstruksikan agar anggota organisasi ini tidak menghadiri acara Muktamar IDI.


    Mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.
    Mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto. (SURYA/FATIMATUZ ZAHROH)


    Lantas adanya hal tersebut Terawan pun kini terancam tidak bisa lagi mengurus izin praktik sebagai dokter.


    Praktik Cuci Otak


    Salah satu alasan Terawan dipecat yaitu karena mempromosikan metode terapi cuci otak, unutk penanganan pasien.


    Promosi metode tersebut dianggap IDI telah melanggar kode etik.


    Lantas apa itu terapi cuci otak?


    Dilansir oleh Stanford Health Care, terapi cuci otak ini disebut Digital subtraction angiopgraphy (DSA).


    Metode ini melibatkan prosedur yakni memasukkan kateter (tabung kecil dan tipis) ke dalam arteri di kaki dan mengalirkannya ke pembuluh darah di otak.


    Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran pembuluh darah di otak


    Lantas berguna untuk mendeteksi masalah aliran darah.


    Tepatnya, prosedur ini yakni dengan cara menyuntikkan cairan kontrak melalui kateter, dan memberikan gambaran lengkap tentang pembuluh darah di organ dalam.



    Artikel ini telah tayanh di tribunnews.com (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini