• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    Ketum Muhammadiyah Beri Pesan Serius KSAD Dudung: Jangan sampai Indonesia Pecah

    13/12/21, 10:57 WIB Last Updated 2021-12-13T03:57:03Z
    ketum-muhammadiyah-beri-pesan-serius-ksad-dudung-jangan-sampai-indonesia-pecah
    Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menerima kunjungan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman di Gedung PP Muhammadiyah Yogyakarta Cik Ditiro, DIY, Sabtu (11/12/2021). (Sumber: Dokumen Muhammadiyah)


    JAGUARNEWS77.com # Yogyakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menerima kunjungan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman, Sabtu (11/12/2021).


    Mereka bertemu di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta Cik Ditiro, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Keduanya membahas pentingnya persatuan dalam tingkat nasional dengan merawat kebhinekaan.


    Haedar Nashir dalam pertemuan ini memberikan pesan kepada Jenderal Dudung untuk menjaga persatuan Indonesia.


    "Persatuan menjadi hal yang mutlak bagi masa depan Indonesia. Jangan sampai bangsa Indonesia pecah karena perbedaan-perbedaan yang tidak bisa kita dialogkan, tidak bisa kita cari titik temunya, dan tentu karena perbedaan-perbedaan yang membuat kita makin menjauh satu sama lain," ujar Haedar dalam muhammadiyah.or.id, Minggu (12/12/2021).


    Haedar menegaskan, Muhammadiyah dan TNI memiliki kesamaan pandangan bahwa kehidupan kebangsaan harus berpijak pada tiga nilai: Pancasila, agama, dan kebudayaan luhur bangsa.


    Agama di Indonesia, jelas Haedar, telah melewati proses panjang hingga menyatu dalam identitas ke-Indonesiaan.


    Sementara unsur budaya luhur membentuk identitas nasional seperti kebersamaan, gotong royong, dan keramahan.


    Sehingga terhadap budaya asing, lanjut Haedar, bisa diseleksi mana yang baik dan mana yang tak pas.


    "Kita bisa belajar dari kebudayaan lain baik di Timur Tengah, di Asia, di Barat, tetapi semuanya juga harus tetap kita seleksi mana yang baik dan mana yang tidak pas dengan kebudayaan luhur bangsa. Nilai-nilai yang tidak sejalan dengan kebudayaan luhur bangsa, tentu jangan menjadi pola hidup bangsa Indonesia,” kata Haedar.


    Haedar bersyukur bahwa Jenderal Dudung memiliki pandangan yang sama terkait persatuan Indonesia. 


    "Alhamdulillah Pak KASAD juga memiliki pandangan yang sama tentang nilai-nilai luhur dalam kehidupan bangsa Indonesia tersebut. Mudah-mudahan silaturahim ini juga terus berkembang dengan berbagai pihak lainnya sehingga Indonesia itu bersatu karena kita itu membudayakan silaturahmi,” pungkas Haedar


    Artikel ini telah tayang di KompasTV (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini