• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    Kode-kode Suap Eks Penyidik KPK Stepanus Robin: "Meter", "Ketum, dan "Di Atas Lagi pada Butuh"

    12/10/21, 14:03 WIB Last Updated 2021-10-12T07:05:05Z


    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - Sidang lanjutan dugaan suap pengurusan perkara di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berlanjut.


    Hingga persidangan Senin (11/10/2021), jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.


    Syahrial diketahui telah divonis bersalah oleh majelis hakim Tipikor Medan karena terbukti melakukan suap Rp 1,695 miliar kepada eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan pengacara Maskur Husain.


    Suap itu ditujukan untuk menghentikan proses penyelidikan dugaan jual beli jabatan di Pemerintahan Kota Tanjungbalai agar tidak dinaikkan ke tingkat penyidikan oleh KPK.


    Syahrial menyampaikan berbagai kesaksian dalam persidangan, termasuk komunikasinya dengan Robin terkait perkara ini.


    Berikut ini sejumlah kode yang digunakan dalam komunikasi Robin dan Syahrial:


    1. "Meter” untuk miliar


    Jaksa mempertanyakan sejumlah informasi yang didapatkan dari percakapan antara Robin dan Syahrial melalui aplikasi Signal.


    Dalam percakapan itu, Robin sempat mengirimkan pesan singkat kepada Syahrial terkait kekurangan pembayaran suap.


    “Ini yang saudara lihat,’ Izin bang itu semuanya masih kurang 1,4 meter lagi,’ maksudnya apa?” tanya jaksa.


    Kemudian, Syahrial menjelaskan bahwa saat pesan itu diterimanya dari Robin, ia baru memberikan uang Rp 200 juta.


    “Kurang 1,4 meter itu maksudnya?” cerca jaksa.


    “Miliar, Pak,” jawab Syahrial.


    2. “Di atas lagi pada butuh”


    Saat melakukan penagihan, Robin juga sempat mengirim pesan singkat yang berbunyi, ”Ini kira-kira gimana, Bang, karena di atas lagi pada butuh.”


    Jaksa kembali menanyakan kepada Syahrial, apa yang ia pahami dengan kalimat “di atas lagi pada butuh”.


    “Sepemahaman saya pimpinan, Pak,” ucap Syahrial.


    Namun, Syahrial tidak mengungkapkan siapa pimpinan yang dia maksud dalam pesan singkat Robin itu.


    3. "Ketum" untuk Azis Syamsuddin


    Pada percakapan keduanya, diketahui Robin menggunakan kata "ketum" untuk menyebut Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.


    Hal itu terungkap saat Robin kembali melakukan penagihan kepada Syahrial.


    Jaksa menanyakan salah satu isi chat yang berbunyi, “Otw ke rumah Pak Ketum,”.


    “Ini maksudnya apa?” konfirmasi jaksa.


    “Saudara Robin menuju rumah dinas ketum,” tutur Syahrial.


    “Pak Ketum ini siapa?” sebut jaksa.


    “Azis Syamsuddin," ungkap Syahrial.



    Diketahui bahwa dalam perkara ini Azis Syamsuddin bersama kader Partai Golkar Aliza Gunado diduga turut memberi suap senilai Rp 3,5 miliar untuk Robin dan Maskur.


    Jaksa menduga uang itu diberikan untuk mengurus perkara di Kabupaten Lampung Tengah.


    Sementara itu, Robin dan Maskur diduga menerima uang Rp 11,5 miliar untuk mengurus perkara di KPK.


    Keduanya didakwa dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 Jo Pasal 65 Ayat 1 KUHP


    Artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul : Kode-kode Suap Eks Penyidik KPK Stepanus Robin: "Meter", "Ketum, dan "Di Atas Lagi pada Butuh"

    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini