• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    Ormas ATRA Sesalkan Hut 389 Kabupaten Tangerang Di Kotori Aksi "SMACK DOWN" Oleh Polisi

    14/10/21, 11:32 WIB Last Updated 2021-10-14T04:46:17Z
    JAGUARNEWS77.com # Tangerang, Banten - Hari Ulang Tahun Kabupaten Tangerang Kemaren, Rabu, 13/10/2021 yang dibarengi dengan aksi demo sejumlah elemen mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya telah dicederai oleh adanya aksi kekerasan yang dilakukan oknum Polisi terhadap salah satu mahasiswa. 


    Dalam kejadian yang terjadi itu Ormas ATRA (Aceh Tangerang Raya) angkat bicara dan menghimbau pada HIMATA (Himpunan Mahasiswa Tangerang) yang juga seharusnya perlu mengklarifikasi tindakannya sebelum keadaan memanas sehingga Polisi melakukan "smackdown" pada seorang peserta aksi di depan kantor bupati Tangerang, pada selasa (13/10) kemarin sehingga masyarakat luas tidak menduga-duga  atas viralnya kejadian itu.

    "Harusnya peringatan HUT 389 Kabupaten Tangerang mampu membawa kesejukan dan masyarakat Tangerang akan menilai semua program penbangunan daerah tangerang saat ini yang telah dihasilkan bagi kesejateraan masyarakat dan di negara yang demokrasi adalah wajar saja bila disikapi dengan berbagai asumsi oleh warga masyarakatnya atas kinerja Bupati H Ahmed Zaky Iskandar dan Wakilnya H Mad Romli selama memimpin Tangerang" kata Sekretaris Jenderal ATRA Nasrullah SE, saat dihubungi melalui telepon di Tangerang, Banten Kamis (14/10). 


    Di kesempatan berbeda, Ketua Umum ATRA, Sayed Muhammad SE Ak menyebutkan sudah sepatutnya polisi yang saat ini disebut era PRESISI harusnya kedepankan nilai humanis dalam menghadapi warga yang unjuk rasa, berikan rasa aman bagi yang sedang menyampaikan aspirasinya kepada pemangku kepentingan di daerah itu.

    Ketua Umum ATRA, Sayed Muhammad, SE, Ak

    "Ini pelajaran berharga bagi semua pihak yang sudah "mengotori" khidmatnya perayaan HUT 389 Kabupaten Tangerang, berharap jangan pernah ada lagi kejadian buruk yang serupa karena membuat citra penegak hukum dan juga mahasiswa hamcur di mata masyarakat kita". tegas Sayed Muhammad.


    Hal senada juga disampaikan oleh Advokat Teuku Muhammad Luqmanul Hakim, SE, SH, MH yang juga merupakan Kabid Hukum dan Advokasi ATRA, beliau mengatakan bahwa dalam hal tersebut intinya ada 2 point :
    1. Dari sisi Humanis: Polisi yang Presisi.
    2. Dari sisi Pengunjuk Rasa: Harus Ciptakan Unjuk Rasa yang Tidak membenarkan tindakan-tindakan Anarkisme dan sampaikan saluran aspirasi yang santun. (Red) 



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini