• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    "Mohon Maaf untuk Sementara IGD Tidak Menerima Pelayanan Pasien yang Memerlukan Oksigen

    19/07/21, 11:14 WIB Last Updated 2021-07-19T04:15:35Z


    JAGUARNEWS77.com # Blitar - Sudah dua hari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardhi Waluyo Kota Blitar tidak bisa melayani pasien Covid-19 dan yang membutuhkan oksigen.


    RSUD Mardhi Waluyo memasang pengumuman berukuran besar di depan gerbang rumah sakit agar bisa dibaca warga yang hendak berobat.


    Pengumuman itu tertulis, "Mohon maaf untuk sementara IGD tidak menerima pelayanan untuk pasien yang memerlukan oksigen (termasuk pasien Covid-19) sampai dengan ketersediaan oksigen terpenuhi".


    Wakil Direktur RSUD Mardhi Waluyo Herya Putra Dharma mengatakan, stok oksigen di rumah sakit itu tak pernah benar-benar aman sejak beberapa waktu lalu. Hal itu terjadi karena kebutuhan oksigen melonjak.


    Herya menyebutkan, sebelumnya RSUD Mardhi Waluyo melakukan pengisian ulang oksigen cari sebanyak tiga kali dalam sepekan. Jumlah yang diisi sekitar 2,5 ton setiap pengisian.


    Kini, RSUD Mardhi Waluyo harus melakukan pengisian setiap hari dengan jumlah yang sama. 


    "Tabung sentral oksigen cair kami kapasitasnya delapan ton tapi sekarang tidak pernah bisa dipenuhi. Sehari saja terlambat pengisiannya sudah lampu merah," kata Herya saat dihubungi, Sabtu (17/7/2021).


    Herya mengatakan, ketersediaan oksigen bukan satu-satunya alasan IGD RSUD Mardhi Waluyo ditutup sementara.


    Namun, ketersediaan oksigen di rumah sakit tak benar-benar aman.


    Menurut Herya, pemasok oksigen cair sudah menyatakan tak ada pasokan oksigen untuk dikirim pada Minggu (18/7/2021).


    Selain oksigen cair, kebutuhan oksigen tabung melonjak lebih dari dua kali lipat. Dari 20 tabung kapasitas enam meter kubik per hari menjadi 50 tabung per hari.


    RSUD Mardhi Waluyo tak pernah bisa menumpuk oksigen tabung karena keterbatasan barang dari pemasok.

     

    Ruang isolasi penuh dan nakes "tumbang"


    Herya menyebutkan, selain oksigen, kapasitas tempat tidur sejatinya menjadi alasan utama IGD RSUD Mardhi Waluyo ditutup.


    "Sebenarnya yang utama karena IGD saat ini sudah penuh, sudah overload bahkan. Statusnya sekarang sudah 125 persen keterisiannya," ujar Herya.


    IGD, kata Herya, tak mungkin lagi menampung pasien baru. RSUD Mardhi Waluyo baru akan membuka IGD setelah jumlah pasien berkurang.


    "Di IGD masih menumpuk pasien yang baru datang dan menunggu hasil tes PCR untuk Covid-19. Jadi sifatnya sementara. Kami mohon masyarakat maklum dan sementara mencari rumah sakit lain," ujarnya.


    Tenaga kesehatan (nakes) pun kewalahan menangani pasien Covid-19. Apalagi, sejumlah rekan mereka mulai "tumbang".

    Herya menyebut, banyak tenaga kesehatan di RSUD Mardhi Waluyo yang dinyatakan positif Covid-19. Mereka kini menjalani isolasi mandiri.


    "Kemarin lima orang porter IGD dan beberapa perawat confirm," ujarnya.


    Jumlah itu menambah deretan tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Rata-rata, para tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif itu menjalani isolasi mandiri karena keluarga lainnya juga terpapar.


    Herya tak menyebut jumlah tenaga kesehatan di RSUD Mardhi Waluyo yang terkonfirmasi positif Covid-19.


    Namun, ia mengaku, seorang wakil direktur, seorang kepala bidang, dan seorang kepala seksi di rumah sakit itu juga terpapar.


    "Beliau-beliau ini confirm semua satu keluarga," ujarnya tanpa menyebut jumlah pastinya.

     

    Herya menambahkan, penularan Covid-19 pada tenaga kesehatan di RSUD Mardhi Waluyo berawal dari klaster keluarga.


    "Jadi sebenarnya kami tenaga kesehatan di rumah sakit ini sudah sangat, sangat kewalahan," jelasnya.


    Oleh karena itu, RSUD Mardhi Waluyo melakukan rekrutmen relawan tenaga kesehatan untuk menangani pasien Covid-19.


    Rawat pasien dari Kabupaten Blitar


    RSUD Mardhi Waluyo merupakan rumah sakit rujukan utama Covid-19 di Kota Blitar meskipun juga berperan sebagai penyangga utama pasien Covid-19 dari wilayah Kabupaten Blitar.


    Hingga Jumat (16/7/2021), tercatat 611 kasus aktif positif Covid-19 di Kabupaten Blitar.


    Dari jumlah itu, 14 persen atau 87 pasien dirawat di RSUD Mardhi Waluyo yang memiliki total kapasitas sebanyak 133 tempat tidur pasien Covid-19.


    Sementara jumlah pasien belum termasuk yang berasal dari wilayah Kota Blitar dan yang lainnya. Satgas Covid-19 Kota Blitar melaporkan 131 kasus baru pada Jumat. 



    Sumber : kompas.com

    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini