• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    5 Puasa yang Diharamkan dalam Islam

    11/05/21, 14:43 WIB Last Updated 2021-05-11T07:43:27Z
    NIat Puasa Asyura 
    5 Puasa yang Diharamkan dalam Islam (Foto: Fuad Hasyim/detikcom)


    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - Puasa merupakan ibadah yang memiliki banyak keutamaan. Menurut syariat Islam, ada 5 waktu yang diharamkan untuk berpuasa.


    Ketentuan mengenai pelaksanaan ibadah puasa sudah diatur dalam syariat. Baik puasa wajib seperti puasa Ramadhan maupun puasa sunnah seperti puasa Senin-Kamis. Bahkan, ada waktu-waktu tersendiri yang dilarang untuk berpuasa.


    Berikut 5 waktu yang diharamkan untuk berpuasa dalam Islam:

    1. Puasa Hari Raya Idul Fitri


    Puasa pada tanggal 1 Syawal atau hari raya Idul Fitri dilarang oleh Rasulullah SAW. Dalam beberapa hadits diterangkan, hari raya Idul Fitri adalah hari orang-orang makan setelah 1 bulan menjalankan puasa Ramadhan.


    Sebagaimana diterangkan dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW melarang umatnya berpuasa di dua hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, berkata:


    أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ يَوْمِ الْفِطْرِ وَيَوْمِ النَّحْرِ.


    Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang berpuasa pada dua hari yaitu Idul Fitri dan Idul Adha." (HR. Muslim)


    2. Puasa Hari Raya Idul Adha


    Idul Adha termasuk dalam dua hari raya yang dilarang untuk berpuasa. Merujuk pada hadits nabi SAW sebagaimana dalam puasa Idul Fitri, pada hari ini umat Muslim disunnahkan untuk menyembelih hewan kurban.


    Dalam riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW telah melarang untuk berpuasa di dua hari raya yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.


    Dari Abi Ubaid Maula Ibn Azhar berkata, "Aku menyaksikan hari raya bersama Umar bin al Khattab, beliau berkata: ini adalah dua hari yang dilarang Rasulullah saw. untuk berpuasa, yakni hari berbukanya kalian dari puasa, dan hari lainnya kalian makan di dalamnya dari hewan sembelihan kalian." (HR. Bukhari)


    3. Puasa Hari Tasyrik


    Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha yaitu tanggal 11,12,dan 13 Dzulhijjah. Atas pendapat beberapa ulama, Rasulullah SAW melarang umatnya untuk berpuasa di bulan ini karena masih termasuk dalam hari Ied.


    Sebagaimana dalam hadits riwayat Muslim, dari Nubaisyah Al Hudzali berkata, nabi SAW bersabda:


    أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ


    Artinya: "Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum." (HR. Muslim)


    4. Puasa Hari Syak


    Dikutip dari buku Fiqih Puasa, Agus Arifin menjelaskan hari syak (meragukan) adalah hari ke 30 pada bulan Sya'ban. Haram hukumnya untuk berpuasa di hari ini kecuali bertujuan untuk mengganti (qadha) puasa Ramadhan sebelumnya.


    Salah satu hadits yang menjadi dasar larangan puasa di hari Syak sebagaimana diriwayatkan dalam Bukhari dan al Hakim,


    مَنْ صَامَ يَوْمَ الشَّكِّ فَقَدْ عَصَى أَبَا القَاسِمِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ


    Artinya: "Siapa yang puasa pada hari syak maka dia telah bermaksiat kepada Abul Qosim (Nabi Muhammad) shallallahu 'alaihi wa sallam." (HR. Bukhari & al-Hakim).


    5. Puasa saat Haid atau Nifas


    Diharamkan bagi wanita yang sedang haid atau nifas untuk berpuasa. Seperti diketahui suci dari haid dan nifas adalah syarat untuk bisa menjalankan puasa.


    Dikutip dari buku Fiqih Wanita karya Syaikh Kamil Muhammad, wanita yang sedang haid dilarang untuk mengerjakan puasa. Begitu pula dengan nifas. Hukum nifas sama seperti haid.


    Rasulullah SAW pernah bersabda sebagaimana dijelaskan dalam riwayat Bukhari yang artinya:


    "Bukankah salah seorang di antara mereka (kaum wanita) apabila menjalani masa haid tidak mengerjakan sholat dan tidak pula berpuasa? Para sahabat wanita menjawab: Benar." (HR. Bukhari).


    Sementara itu, ada tiga puasa yang hukumnya makruh, yaitu puasa khusus hari Jumat, puasa khusus hari Sabtu, dan puasa khusus hari Ahad (Minggu).


    Puasa yang dilakukan khusus pada hari Jumat maka hukumnya makruh. Kecuali puasa tersebut merupakan kelanjutan dari puasa pada hari sebelumnya atau puasa sunnah yang bertepatan pada hari Jumat. Sebagai contoh puasa Arafah yang jatuh pada hari Jumat atau puasa ayyamul bidh dan lain sebagainya.


    Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:"Janganlah salah seorang di antara kalian berpuasa pada hari Jumat kecuali ia berpuasa sebelumnya atau sesudahnya." (HR. Muslim)


    Sedangkan puasa khusus hari Sabtu dan Ahad juga dimakruhkan kecuali itu merupakan kelanjutan dari hari sebelumnya atau puasa sunnah yang bertepatan dengan hari Sabtu dan Ahad. Sebagaimana ketentuan pada puasa khusus hari Jumat.


    Menurut hadits Ahmad, An-Nasa'i dalam Al Kubra, Al Hakim dalam Al-Mustadrak, dan Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya, dikatakan bahwa hari Sabtu dan Ahad adalah dua hari raya kaum musyrikin,


    Dari Ummu Salamah berkata bahwa kebanyakan hari Rasulullah SAW berpuasa adalah hari Sabtu dan Ahad. Beliau berkata:"Keduanya merupakan dua hari raya kaum musyrikin. Aku ingin berbeda terhadap mereka (dengan berpuasa)". (HR. Ahmad, An-Nasa'i, Al Hakim, dan Ibnu Khuzaimah)


    Itulah 5 jenis puasa yang diharamkan dalam Islam. Adapun menjalankan puasa di waktu tersebut maka akan mendapat dosa karena melakukan larangan-Nya.



    Sumber : detiknews.com

    (Red) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini