• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    Komnas HAM Kantongi Rekaman Suara Lengkap terkait Penembakan Laskar FPI

    05/01/21, 23:37 WIB Last Updated 2021-01-05T16:37:10Z
    Beka Ulung Hapsara
    Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (Foto: Ari Saputra/detikcom)

    JAGUARNEWS77.com # Jakarta - Komnas HAM bersama ahli psikologis forensik hari ini memeriksa rekaman terkait peristiwa tewasnya 6 laskar FPI yang terjadi di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek. Komnas HAM mengaku mempunyai versi lengkap rekaman suara kejadian tersebut.


    "Yang jelas kami punya rekaman yang lebih lengkap dibandingkan yang beredar di sosial media ataupun yang beredar di media yang lain begitu," ujar Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara kepada wartawan di Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/1/2021).


    "Kalau yang ada di WhatsApp sekitar 22 menit begitu, terus ada rekaman juga sekitar 3 menitan, berarti sekitar 25 menit," imbuhnya.


    Beka mengatakan, rekaman tersebut menjadi dasar bagi Komnas HAM untuk menyimpulkan kronologi peristiwa yang menyebabkan tewasnya 6 pengikut Habib Rizieq Shihab (HRS).


    "Kemudian menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi, misalnya soal apakah sebelumnya ada persiapan atau tidak," lanjut Beka.


    Selain itu, kata Beka, kesimpulan Komnas HAM juga didasarkan pada penelusuran-penelusuran di tempat kejadian perkara (TKP), baik dari versi kepolisian maupun dari versi FPI. Juga pada hasil rekonstruksi versi Komnas HAM.


    "Kami diskusi menyusuri dari jalan tol, kemudian keluar jalan tol, terus berbagai TKP-TKP baik itu versinya FPI maupun versinya kepolisian juga temuan-temuan Komnas," jelas Beka.


    Diberitakan sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) masih mendalami terkait insiden penembakan antara polisi dan pengikut Habib Rizieq Shihab yang terjadi di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek (Japek). Kali ini Komnas HAM melibatkan ahli psikologi forensik untuk mendalami voice note yang ada saat insiden tersebut.


    "Melakukan pendalaman bersama ahli psikologi forensik soal pendalaman voice note," kata komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara saat dihubungi tim detikcom melalui pesan singkat, Selasa (5/1/2021).


    Beka mengatakan ada satu ahli dari psikologi forensik yang dilibatkan. Nantinya, kata dia, ahli tersebut akan diajak berdiskusi bersama untuk mendalami voice note terkait insiden penembakan tersebut.


    Kemudian, terkait perkembangan dari rekonstruksi kejadian yang dilakukan kemarin, Beka menyebutkan masih akan menyusun laporannya terlebih dahulu.


    "Ini jadi bahan kami menyusun laporan dan membuat kesimpulan serta rekomendasi," ucap Beka.


    Sumber : detiknews.com

    Oleh       : Redaksi jaguarnews77.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini