• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel


    Vaksin Covid Tahap Awal Diprioritaskan untuk Tenaga Kesehatan

    07/12/20, 10:54 WIB Last Updated 2020-12-07T03:54:17Z
    Menkes Terawan menyampaikan sasaran pertama vaksinasi corona yaitu tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, serta tenaga penunjang di pelayanan kesehatan.
    Menkes Terawan menyampaikan sasaran pertama vaksinasi corona yaitu tenaga kesehatan. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

    JAGUARNEWS77. com # Jakarta - Menteri KesehatanTerawan Agus Putranto mengatakan tenaga kesehatan bakal menjadi sasaran utama vaksinasi virus corona tahap pertama. Hal itu disampaikan Terawan setelah Indonesia kedatangan 1,2 juta dosis kandidat vaksin asal perusahaan China, Sinovac, pada Minggu (6/12).


    "Untuk vaksin kiriman pertama, yang pertama mendapat sasaran adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang yang bekerja pada fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan," kata Terawan dalam konferensi pers 'Kedatangan Vaksin Covid-19' yang disiarkan melalui kanal YouTibe FMB9ID_IKP, Senin (7/12).


    Terawan menyampaikan Kementerian Kesehatan tengah menyiapkan sistem informasi satu data vaksinasi Covid-19. Sistem penerima vaksin tersebut dibuat untuk mengintegrasikan data dari berbagai sumber untuk mencegah informasi data ganda.


    Sistem yang dibangun itu akan mendata penerima vaksin melalui filter data individu penerima vaksin prioritas berdasarkan nama dan alamat. Kemudian akan menjadi aplikasi pendaftaran vaksin pemerintah dan mandiri, serta memetakan suplai dan distribusi vaksin dengan lokasi vaksinasi.


    "Dalam hal ini Kemenkes sudah menyiapkan jumlah sasaran dan kebutuhan vaksin per kabupaten/kota. Selanjutnya data tersebut dimasukkan dalam tim Sistem informasi KPC PEN yang akan menyiapkan dalam bentuk data sasaran by name, by address," jelasnya.


    Lebih lanjut, Terawan menjelaskan pelaksanaan distribusi vaksin nantinya bakal dilakukan secara hati-hati dan sesuai dengan standar operasional.


    Terawan menyatakan pihaknya bakal menjamin kualitas keamanan vaksin tetap terpenuhi saat proses distribusi, bilamana vaksin tidak sesuai atau rusak maka vaksin dapat dikembalikan ke pihak penyedia vaksin.


    "Untuk skema program maka vaksin didistribusikan ke gudang vaksin Dinas Kesehatan Provinsi, nantinya untuk kemudian diedarkan ke Dinas Kesehatan di bawahnya," kata Terawan.


    Infografis Rincian Vaksin Corona yang Akan Dipakai di RIInfografis rincian vaksin corona yang akan dipakai di Indonesia. (CNN Indonesia/Basith Subastian)


    Terawan juga berharap proses pengadaan vaksin hingga vaksinasi dapat berjalan sesuai dengan rencana, sebab ia menilai vaksin merupakan salah satu upaya menyelamatkan bangsa dari pandemi Covid-19 ini.


    Ia pun telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/ 9860/ 2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disesase 2019 (Covid-19).


    Keputusan yang diteken Terawan Kamis (3/12) lalu itu memaparkan enam diktum, salah satunya Kementerian kesehatan menetapkan enam jenis vaksin Covid-19 yang dapat digunakan dalam proses vaksinasi di Indonesia. Keenam vaksin tersebut diproduksi oleh Bio Farma, Astra Zeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer Inc and BioNtech, dan Sinovac Biotech.


    Merespons kedatangan kandidat vaksin Sinovac malam kemarin, Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono mewanti-wanti baik kepada masyarakat dan pemerintah untuk tidak terlena euforia vaksin virus corona.


    "Vaksin itu secondary prevention sementara primary prevention-nya masih berantakan. Yang saya heran, pemerintah tidak investasi dengan memperkuat primary prevention, malah langsung lompat ke secondary prevention," kata Pandu saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (7/12).


    Pandu kembali mengingatkan efikasi dan keamanan vaksin Sinovac belum terjamin, sebab mereka masih menjalani uji klinis vaksin fase ketiga, serta belum mengantongi izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


    Hingga saat ini, belum diketahui data keamanan dan efikasi (kemanjuran) dari uji klinis tahap ketiga Vaksin Sinovac. Hal ini berbeda dari Pfizer yang telah mengeluarkan data efikasi yaitu 90 persen efektif, dan Moderna dengan klaim tingkat efektifitas hingga 94,5 persen.


    Di Indonesia, uji klinis Vaksin Sinovac bekerja sama dengan Bio Farma dan Universitas Padjajaran baru tuntas pada Mei 2021 dan laporan awal pada Januari 2021.


    Sumber : cnn Indonesia

    Oleh       : Redaksi jaguarnews77. com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini