• Jelajahi

    Copyright © JAGUAR NEWS 77
    Best Viral Premium Blogger Templates

    More Post

    Iklan 928 X 200 Pixel

    Gempa Palu Menyisakan Dampak Perbukitan Rawan Longsor

    18/06/20, 16:57 WIB Last Updated 2020-06-18T09:58:37Z


    JAGUARNEWS77.com # Sulteng - Dua tahun berlalu, gempa Sulawesi Tengah masih menyisakan dampak, sebab guncangan rmagnitudo 7.4 tersebut membuat kawasan perbukitan menjadi labil dan rawan longsor.


    "Karena gempa, tanah menjadi terbuka. Kalau dulu Banjir air saat hujan, sekarang material batu-batu besar, lumpur dan bercampur pasir. Longsor menimbun badna jalan dan mengenai rumah warga yang bermukim di bantaran sungai," kata Kepala BPBD Sulawesi Tengah (Sulteng) Bartholomeus Tandigala kepada RRI, Kamis (18/6/2020).


    Tandiigala menyatakan, yang terbaru material longsor kembali menutup jalan trans dari Palu menuju Kulawi Kabupaten Sigi, mengakibtkansatu rumah mengalami rusak berat.


    "Jalan yang terputus sudah terbuka kembali. Syukur sudah terbuka sejak siang tadi," katanya.


    Tandigala menyebut, kondisi dimaksud memerlukan penanganan serius, saat ini upaya dilakukan hanya sebatas penanganan darurat.


    "Setiap saat hujan dengan intensitas tinggi, itu banjir dimana mana. Memang mereka yang tdikak layak bermukim di bantaran sungai harus siap direlokasi," ujarnya. 


    Sebelumnya Kepala BNPB Doni Monardo mengungkapkan, sepanjang jalan di Pegunungan Kulawi rawan longsor.  


    "Di sepanjang jalan menuju ke Kulawi memiliki resiko bencana yang besar, kerena bukit-bukitnya terdiri dari bebatuan bercampur pasir," kata Doni.


    Sementara itu, Kapolres Sigi Wawan Sumantri mencatat, ada 20 titik longsor di sepanjang jalan poros Palu-Kulawi, Kabupaten Sigi. 


    "Banyak titik longsor, ada 20. Akibatnya akses jalan tidak dapat dilalui, baik itu kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua," pungkas Wawan.


    Sumber : rri.co.id

    Oleh      : Redaksi jaguarnews77.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini