JAGUARNEWS77.COM // SUKABUMI – Ekspedisi Cicatih Elpala berhasil menuntaskan perjalanan menyusuri jalur hulu Sungai Cimelati hingga bermuara di Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Namun, keberhasilan ekspedisi yang berlangsung pada 4–10 Juli 2026 itu dinilai bukan semata keberhasilan menaklukkan medan alam, melainkan menjadi proses pembelajaran yang menanamkan nilai kepemimpinan, persaudaraan, kepedulian lingkungan, hingga semangat bela negara bagi generasi muda.
Ekspedisi yang digagas Rumah Elpala bersama anggota aktif Elpala SMA Negeri 68 Jakarta tersebut memadukan kegiatan petualangan alam, konservasi lingkungan, regenerasi organisasi pencinta alam, serta produksi film dokumenter yang merekam perjalanan melintasi kawasan hutan hujan tropis Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) hingga pengarungan Sungai Cicatih menuju pesisir selatan Jawa Barat.
Selama sepekan, peserta menghadapi berbagai tantangan alam, mulai dari lintasan hutan, arus sungai, hingga kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Seluruh rangkaian kegiatan dijalankan dengan mengedepankan aspek keselamatan, kerja sama tim, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Pendiri Elpala, Dar Edi Yoga dan Eka Bama Putra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga ekspedisi dapat berlangsung dengan aman dan mencapai seluruh target kegiatan.
Menurut Dar Edi Yoga, keberhasilan sebuah ekspedisi tidak hanya diukur dari keberhasilan mencapai titik akhir perjalanan, tetapi juga dari proses pembelajaran yang membentuk karakter setiap peserta.
"Yang paling berharga dari sebuah ekspedisi bukan hanya tujuan yang dicapai, tetapi proses yang dilalui. Di sepanjang perjalanan, para peserta belajar arti kebersamaan, saling membantu, bertanggung jawab, serta memahami bahwa alam mengajarkan banyak hal tentang kehidupan," ujarnya, Minggu (12/7/2026).
Dukungan terhadap ekspedisi datang dari berbagai pihak. Organisasi pencinta alam Wanadri mengirimkan personel berpengalaman dalam pengarungan sungai menggunakan perahu karet dan kano sekaligus menyediakan dua unit perahu karet serta tiga unit kano.
Selain itu, Boogie turut membantu dengan menyediakan tiga unit perahu karet, sedangkan Pickup Mini Bus Community (PMBC) mendukung mobilisasi personel dan perlengkapan selama kegiatan berlangsung.
Dari unsur pemerintah, Kementerian Kehutanan memberikan izin kegiatan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, sementara Korem Surya Kencana mendukung kelancaran pelaksanaan sejak tahap persiapan hingga ekspedisi selesai.
Apresiasi khusus juga disampaikan kepada Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, atas dukungan terhadap penyelenggaraan ekspedisi.
Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menilai kegiatan di alam terbuka memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter generasi muda.
Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan mampu menanamkan disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, semangat pantang menyerah, serta kecintaan terhadap tanah air yang sejalan dengan nilai-nilai dasar bela negara.
"Kementerian Pertahanan mendukung berbagai kegiatan positif yang mampu membentuk karakter generasi muda dan menumbuhkan kesadaran bela negara melalui pengalaman nyata di lapangan.
Ekspedisi seperti ini merupakan contoh kolaborasi yang baik dalam menyiapkan generasi muda Indonesia yang tangguh, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa, negara, dan kelestarian alam," ujarnya.
Dar Edi Yoga menambahkan, keterlibatan siswa kelas XI dan XII Elpala SMA Negeri 68 Jakarta menjadi bagian penting dalam proses regenerasi organisasi pencinta alam.
Para peserta tidak hanya memperoleh kemampuan teknis kegiatan alam bebas, tetapi juga belajar mengenai manajemen perjalanan, mitigasi risiko, kepemimpinan, komunikasi, serta pentingnya membangun solidaritas dalam menghadapi berbagai tantangan.
Sementara itu, Eka Bama Putra yang juga menjadi sutradara film dokumenter Ekspedisi Cicatih Elpala mengatakan dokumentasi yang dibuat tidak sekadar menampilkan panorama alam, tetapi juga merekam perjalanan pembentukan karakter para peserta.
Menurutnya, alam merupakan ruang pendidikan yang efektif untuk mengajarkan tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan mengambil keputusan dalam situasi nyata.
Ia menegaskan bahwa seluruh aktivitas pencinta alam harus selalu dilaksanakan dengan persiapan yang matang, kemampuan yang memadai, dan mengutamakan faktor keselamatan.
"Petualangan bukan sekadar keberanian untuk berangkat, tetapi bagaimana seseorang mampu bertanggung jawab terhadap dirinya, timnya, dan lingkungan yang dijelajahi," pungkasnya.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Alvin