JAGUARNEWS77.COM // JAKARTA – Polda Metro Jaya menyiapkan sebanyak 6.675 personel gabungan untuk mengamankan dan melayani aksi penyampaian pendapat yang akan digelar sejumlah elemen mahasiswa di beberapa titik strategis Ibu Kota, Senin (15/6/2026).
Pengamanan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan kegiatan berlangsung tertib, aman, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat luas.
Ribuan personel tersebut terdiri dari 6.165 personel Polri, 500 personel TNI, dan 10 personel Dinas Perhubungan.
Mereka akan ditempatkan di sejumlah lokasi yang diperkirakan menjadi pusat konsentrasi massa, termasuk kawasan Gedung DPR/MPR RI, Monumen Nasional (Monas), Bundaran Hotel Indonesia (HI), hingga Gedung BGN RI.
Pengamanan Berbasis Humanis dan Persuasif
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menegaskan bahwa pendekatan humanis dan persuasif menjadi prioritas utama dalam pengamanan kegiatan penyampaian pendapat tersebut. Aparat di lapangan telah diarahkan untuk mengedepankan dialog serta menghindari tindakan represif selama situasi masih dapat dikendalikan secara kondusif.
“Polda Metro Jaya telah menyiapkan 6.675 personel gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian aksi penyampaian pendapat. Personel akan ditempatkan di titik-titik strategis guna menjamin keamanan peserta aksi maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi,” ujar Kombes Budi.
Ia menambahkan, aparat juga diminta untuk tetap profesional dalam menjalankan tugas serta menjaga situasi tetap sejuk meskipun dinamika di lapangan dapat berkembang secara cepat.
Titik Konsentrasi Massa dan Potensi Kepadatan
Berdasarkan pemetaan kepolisian, aksi diperkirakan akan terpusat di beberapa lokasi utama. Gedung DPR/MPR RI disebut menjadi titik konsentrasi massa terbesar, sementara lokasi lain seperti Bundaran HI, Silang Monas Selatan, dan Gedung BGN RI juga diperkirakan menjadi titik kumpul peserta aksi.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Jakarta, terutama di kawasan pusat pemerintahan dan bisnis. Oleh karena itu, kepolisian bersama Dinas Perhubungan akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional sesuai dengan perkembangan di lapangan.
Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Situasional
Petugas di lapangan akan melakukan pengaturan arus kendaraan di sekitar lokasi aksi untuk mengantisipasi kemacetan panjang. Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara fleksibel, termasuk kemungkinan pengalihan arus di beberapa titik jika terjadi peningkatan volume kendaraan maupun konsentrasi massa.
Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat untuk menghindari ruas jalan yang terdampak serta mencari jalur alternatif selama kegiatan berlangsung. Kawasan yang diperkirakan mengalami kepadatan antara lain Jalan Gatot Subroto, Jalan MH Thamrin, kawasan Monas, serta akses menuju Semanggi.
Imbauan kepada Peserta Aksi
Selain pengamanan dan pengaturan lalu lintas, aparat kepolisian juga menekankan pentingnya ketertiban selama aksi berlangsung. Peserta aksi diimbau untuk tidak membawa barang-barang berbahaya, tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, serta tetap menjaga
ketertiban umum.
Kombes Budi menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara yang dilindungi undang-undang, namun harus dilakukan dengan tetap menghormati aturan yang berlaku.
“Kami berharap seluruh peserta aksi dapat menyampaikan pendapat secara damai, tertib, dan bertanggung jawab. Mari bersama-sama menjaga suasana Jakarta tetap aman dan kondusif,”
katanya.
Dampak bagi Aktivitas Masyarakat
Seiring dengan adanya kegiatan ini, masyarakat yang beraktivitas di sekitar pusat kota diimbau untuk menyesuaikan waktu dan rute perjalanan. Kepolisian meminta pengguna jalan untuk mengantisipasi kemungkinan keterlambatan akibat rekayasa lalu lintas maupun peningkatan volume kendaraan.
Warga juga disarankan memantau informasi resmi dari kepolisian terkait kondisi lalu lintas terkini agar dapat menghindari titik-titik kepadatan.
Layanan Pengaduan dan Respons Cepat
Polda Metro Jaya juga mengingatkan masyarakat bahwa layanan darurat kepolisian 110 tetap aktif selama kegiatan berlangsung. Layanan ini dapat digunakan untuk melaporkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) atau meminta bantuan kepolisian secara cepat.
Selain itu, masyarakat juga dapat langsung menghubungi petugas yang berada di lapangan apabila menemukan potensi gangguan keamanan.
Penegasan Komitmen Jaga Ketertiban
Dengan dikerahkannya ribuan personel gabungan, aparat menegaskan komitmen untuk menjaga keseimbangan antara hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat dan kewajiban menjaga ketertiban umum. Kepolisian menyatakan siap mengawal seluruh rangkaian kegiatan agar tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas.
Situasi di Jakarta diperkirakan akan tetap dinamis sepanjang kegiatan berlangsung, sehingga koordinasi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan kelancaran aktivitas masyarakat di ibu kota.
Reporter: Muhamad Alviyan
Editor: Alvin